Waspada! Tas Hermes hingga LV Diduga Hasil Jarahan Demo Paris Dijual Online
Konsumen yang berburu tas branded preloved sepertinya perlu lebih waspada. Sejumlah tas mewah yang diduga berasal dari penjarahan butik saat kerusuhan di Prancis dilaporkan muncul di platform jual-beli barang bekas Vinted.
Produk dari rumah mode ternama seperti Celine, Hermès, dan Louis Vuitton termasuk yang menjadi sorotan. Menurut laporan Bloomberg, ada peningkatan listing barang desainer di Vinted, dicurigai berasal dari butik-butik yang dijarah.
Situasi ini membuat konsumen perlu lebih teliti sebelum memutuskan membeli tas mewah melalui platform resale.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, kerusuhan tersebut bermula dari aksi protes terkait meningkatnya biaya hidup di Prancis yang kemudian berubah menjadi kekacauan. Sejumlah video viral memperlihatkan oknum pelaku membobol butik mewah, termasuk toko Louis Vuitton dan Celine.
Peritel kecantikan Sephora juga mengonfirmasi beberapa gerainya dibobol saat kerusuhan berlangsung.
Vinted merupakan platform jual-beli populer khusus barang bekas pakai yang didirikan pada 2008. Awalnya, layanan ini berfokus pada aktivitas bertukar pakaian sebelum berkembang menjadi market place yang memungkinkan pengguna menjual barang langsung kepada pengguna lainnya.
Demo Prancis: Toko Brand Mewah Dijarah dan Dirusak. Foto: REUTERS/Stephanie Lecocq/Manon Cruz |
Sistem tersebut membuat transaksi jual-beli lebih praktis. Namun, untuk produk mewah, ada tantangan dalam memastikan keaslian sekaligus asal-usul barang yang ditawarkan.
Berbeda dari sejumlah platform resale barang desainer yang melakukan autentikasi oleh staf untuk setiap produk kelas atas, transaksi di Vinted berlangsung secara langsung antarpengguna.
Menanggapi dugaan peredaran barang jarahan tersebut, pihak Vinted menyatakan telah mengambil tindakan untuk mengidentifikasi dan menghapus listing yang berkaitan dengan penjarahan. Perusahaan juga meningkatkan pemantauan terhadap penawaran yang dianggap mencurigakan.
Demo Prancis: Toko Brand Mewah Dijarah dan Dirusak. Foto: REUTERS/Stephanie Lecocq/Manon Cruz |
"Kami telah mengambil tindakan segera untuk mengidentifikasi dan menghapus listing yang terkait dengan penjarahan serta meningkatkan pemantauan terhadap listing mencurigakan," ujar juru bicara Vinted dalam pernyataan tertulis kepada Bloomberg, seperti dilansir New York Post.
Vinted menambahkan bahwa akun yang melanggar aturan dapat dikenai sanksi, termasuk pemblokiran permanen. Perusahaan juga menyatakan tengah bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan otoritas Prancis untuk menangani persoalan ini.
(hst/hst)

