3 Desainer Buka IPMI Trend Show 2012
wolipop
Kamis, 13 Okt 2011 12:23 WIB
Jakarta
-
Fashion telah menjadi wadah kreativitas yang juga salah satu kontributor devisa bagi negara. Dengan berlangsungnya pekan mode dunia, maka desainer Indonesia tidak ketinggalan menyajikan tren tersendiri yang disesuaikan dengan minat dan preferensi pecinta mode tanah air.
Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) merupakan salah satu organisasi yang menaungi para desainer terbaik dan terpilih di Indonesia. Mereka rutin menggelar trend tahunan sebagai wujud kecintaan akan mode, sekaligus tanda akan roda bisnis industri fashion yang harus terus berputar.
Mengambil tema 'Acceleration', peragaan IPMI Trend Show 2012 kali ini dilaksanakan selama dua hari. Dibuka Rabu (12/10/2012) di ballroom Plaza Bapindo, Jakarta dengan menampilkan karya tiga desainer dan serangkaian busana persembahan produsen tekstil Maxistyle.
Tri Handoko, Valentino Napitupulu dan Ade Sagi Kierana membuka hari pertama dengan preferensi gaya yang berbeda-beda. Tri Handoko yang mengambil tema Big Bang-ramalan kiamat, menampilkan serangkaian busana yang bernuansa futuristik. Futuristik versinya tidak serta-merta menampilkan busana ala robot.
Kesan kilap dari materi kulit dengan struktur busana arsitektural dikedepankan dalam koleksinya. Motif perpotongan garis (grid) dijadikan variasi gaya busana keseharian seperti gaun halter panjang, atasan pas badan hingga celana pipa. Kesan intelektual dari model wanita yang memakainya pun terasa begitu kental.
Lain halnya dengan desainer Valentino Napitupulu yang mengambil kebaya sebagai acuan gaya dan memodernisasikannya. Tampak dalam koleksi kali ini, Valentino bermain aman. Tidak ada siluet yang baru atau teknik potong yang mengesankan, namun audiens dimanjakan matanya dengan maksimalisasi detail floral di setiap busana bergaya klasik dan elegan. Mulai dari detail kecil payet bunga hingga busana warna-warni dengan aplikasi bunga 3-D.
Peragaan pun ditutup dengan karya Ade Sagi Kierana yang bertaburkan bintang dalam segala aspek. Bintang yang secara harfiah para artis seperti Dewi Sandra, Manohara, Ruth Sahanaya, Titi DJ, hingga Vina Panduwinata yang memeragakan koleksinya, hingga kilau bintang yang berarti ledakan payet dan glitter berkilau di setiap busana.
Ade Sagi yang terinspirasi akan Venus, berusaha mewujudkan mimpi wanita untuk menampilkan inner divanya. Tidaklah heran busana bernuansa girlie kaya warna hadir di sana-sini. Koleksinya kali ini juga terlihat lebih 'berani' dengan banyaknya permainan teknik transparansi, kreasi leotard (baju senam serupa swimsuit), hingga tabrak warna dan motif.
(fer/eny)
Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) merupakan salah satu organisasi yang menaungi para desainer terbaik dan terpilih di Indonesia. Mereka rutin menggelar trend tahunan sebagai wujud kecintaan akan mode, sekaligus tanda akan roda bisnis industri fashion yang harus terus berputar.
Mengambil tema 'Acceleration', peragaan IPMI Trend Show 2012 kali ini dilaksanakan selama dua hari. Dibuka Rabu (12/10/2012) di ballroom Plaza Bapindo, Jakarta dengan menampilkan karya tiga desainer dan serangkaian busana persembahan produsen tekstil Maxistyle.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesan kilap dari materi kulit dengan struktur busana arsitektural dikedepankan dalam koleksinya. Motif perpotongan garis (grid) dijadikan variasi gaya busana keseharian seperti gaun halter panjang, atasan pas badan hingga celana pipa. Kesan intelektual dari model wanita yang memakainya pun terasa begitu kental.
Lain halnya dengan desainer Valentino Napitupulu yang mengambil kebaya sebagai acuan gaya dan memodernisasikannya. Tampak dalam koleksi kali ini, Valentino bermain aman. Tidak ada siluet yang baru atau teknik potong yang mengesankan, namun audiens dimanjakan matanya dengan maksimalisasi detail floral di setiap busana bergaya klasik dan elegan. Mulai dari detail kecil payet bunga hingga busana warna-warni dengan aplikasi bunga 3-D.
Peragaan pun ditutup dengan karya Ade Sagi Kierana yang bertaburkan bintang dalam segala aspek. Bintang yang secara harfiah para artis seperti Dewi Sandra, Manohara, Ruth Sahanaya, Titi DJ, hingga Vina Panduwinata yang memeragakan koleksinya, hingga kilau bintang yang berarti ledakan payet dan glitter berkilau di setiap busana.
Ade Sagi yang terinspirasi akan Venus, berusaha mewujudkan mimpi wanita untuk menampilkan inner divanya. Tidaklah heran busana bernuansa girlie kaya warna hadir di sana-sini. Koleksinya kali ini juga terlihat lebih 'berani' dengan banyaknya permainan teknik transparansi, kreasi leotard (baju senam serupa swimsuit), hingga tabrak warna dan motif.
(fer/eny)
Makanan & Minuman
Menu Lebaran Makin Lezat dengan Kecap Manis, Ini Rekomendasinya
Makanan & Minuman
Hari Terakhir! Blibli Ramadhan THR Sale Bagi Diskon hingga Rp 1,2 Juta
Pakaian Pria
Basic Item yang Sering Diabaikan Pria, 3 Kaos Kaki Ini Bikin Aktivitas Lebih Nyaman
Hobbies & Activities
Rahasia Packing Rapi Saat Liburan? LOJEL Ordo Toiletry Pouch Jawabannya
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Makna Negatif di Balik Nama Gamis Bini Orang yang Jadi Tren Baju Lebaran 2026
Penjelasan Gamis Bini Orang Diburu Pembeli Menurut Akademisi Budaya
7 Brand Fashion Lokal Milik Wanita RI yang Mendunia
Baju Lebaran 2026
Kata Desainer Denny Wirawan Soal Tren Baju Lebaran Gamis Bini Orang
Makin Terkenal, Gaya Alysa Liu Dipoles Desainer Kostum Marty Supreme
Most Popular
1
Foto: Zendaya Akhirnya Muncul Setelah Dikabarkan Menikah, Pamer Cincin Kawin
2
Sebut Suami Selamanya, Kenangan Manis Sheila Dara & Vidi Aldiano di FFI 2025
3
Kai Trump Dikritik Belanja di Supermarket Mewah Saat Perang Iran Memanas
4
Cher Diduga Sudah Menikah dengan Pacar Lebih Muda 40 Tahun
5
1 Litre of Tears Akan Difilmkan, Kontroversi Aktrisnya Kembali Diperbincangkan
MOST COMMENTED











































