Jakarta
-
Mahasiswi satu ini sukses memenangkan penghargaan karena membuat gaun unik. Keunikan gaun tersebut karena dibuat dari ratusan bekas bungkus keripik kentang.
Dikutip dari Daily Mail, mahasiswi kreatif itu bernama Rebekah Kirkland. Ia merupakan mahasiswi jurusan mode di Leicester College, Inggris.
Rebekah membuat gaun dari bekas bungkus keripik itu untuk mengikuti kompetisi Leicester College Sustainable Design Award 2011. Untuk gaun tersebut, ia menggunakan ratusan bekas bungkus keripik kentang merek Walkers.
Ratusan bekas bungkus keripik itu didapatkannya secara gratis. Berbagai pihak mulai dari teman, keluarga sampai rekan-rekan di kampusnya menyumbangkan bekas bungkus Walkers tersebut.
Rebekah kemudian menjahit ratusan bekas bungkus keripik itu untuk dijadikan gaun panjang berukuran delapan. Sebelum dijahit, ratusan bekas bungkus keripik tersebut dicucinya terlebih dulu. Ia membutuhkan waktu dua bulan untuk menyelesaikan gaun berwarna-warni itu.
"Yang aku lakukan memang sulit tapi semuanya terbayar," ujar Rebekah yang memang sudah lama ingin kuliah fashion di Leicester College.
"Aku memang tertarik untuk memanfaatkan barang bekas. Terimakasih pada Leicester College yang membantuku membuat gaun luar biasa ini dari produk barang bekas," tuturnya lagi.
Salah satu juri memberikan komentarnya atas gaun karya Rebekah itu. Menurutnya, gaun tersebut merupakan inovasi dari barang bekas untuk menciptakan busana yang memang fungsional.
"Desain Rebekah diharapkan bisa membuat orang berpikir berbeda tentang konsumsi dan barang bekas," jelas Roy Morgan-Wood.
(eny/eny)
Dikutip dari Daily Mail, mahasiswi kreatif itu bernama Rebekah Kirkland. Ia merupakan mahasiswi jurusan mode di Leicester College, Inggris.
Rebekah membuat gaun dari bekas bungkus keripik itu untuk mengikuti kompetisi Leicester College Sustainable Design Award 2011. Untuk gaun tersebut, ia menggunakan ratusan bekas bungkus keripik kentang merek Walkers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rebekah kemudian menjahit ratusan bekas bungkus keripik itu untuk dijadikan gaun panjang berukuran delapan. Sebelum dijahit, ratusan bekas bungkus keripik tersebut dicucinya terlebih dulu. Ia membutuhkan waktu dua bulan untuk menyelesaikan gaun berwarna-warni itu.
"Yang aku lakukan memang sulit tapi semuanya terbayar," ujar Rebekah yang memang sudah lama ingin kuliah fashion di Leicester College.
"Aku memang tertarik untuk memanfaatkan barang bekas. Terimakasih pada Leicester College yang membantuku membuat gaun luar biasa ini dari produk barang bekas," tuturnya lagi.
Salah satu juri memberikan komentarnya atas gaun karya Rebekah itu. Menurutnya, gaun tersebut merupakan inovasi dari barang bekas untuk menciptakan busana yang memang fungsional.
"Desain Rebekah diharapkan bisa membuat orang berpikir berbeda tentang konsumsi dan barang bekas," jelas Roy Morgan-Wood.
(eny/eny)










































