Detik-detik Martha Tilaar Meninggal dan Pesan Terakhirnya pada Keluarga
Martha Tilaar tutup usia setelah melawan penyakit asma. Berpulang di usia 89 tahun, anak sulung pebisnis kosmetik tersebut mengungkap detik-detik kepergian sang ibu. Dikatakan bahwa sosok di balik brand-brand kecantikan, seperti Sari Ayu hingga Dewi Sri Spa tersebut sempat mengungkap pesan terakhirnya sebelum menghembuskan napas terakhir.
Martha Tilaar meninggal dunia pada Rabu, (14/10/ 2026) pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta. Mendiang masih disemayamkan di kediaman keluarga di Jl. Patra Kuningan Utara, Setiabudi, Jakarta Selatan. Nantinya Martha Tilaar akan dikubur di pemakaman San Diego Hills, Jawa Barat.
Para pelayat yang mengucapkan bela sungkawa disambut langsung oleh anak tertua Martha, Bryan Tilaar. Bryan menuturkan bahwa ibunya menghembuskan napas terakhir pada dini hari setelah terserang asma yang sudah diidap sejak lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bryan Tilaar, Anak Marta Tilaar Foto: Rahmi Anjani/Wolipop |
Mendiang sementara disemayamkan di rumah keluarga sesuai dengan permintaan terakhinya sebelum meninggal. "Sesuai dengan pesan almarhum untuk balik ke rumah tercinta dulu yang dibangun bersama-sama dengan mendiang suaminya," ujar Bryan.
Lebih lanjut Bryan menjelaskan bahwa ibunya memang sudah delapan hari berada di rumah sakit. Mendiang menderita asma yang sudah hampir sembuh tapi terjadi pendarahan. "Kondisi itu memang sudah terjadi 1,5 tahun yang lalu. Memang sudah waktunya," katanya.
Pada dini hari, kondisi Martha Tilaar yang memiliki empat anak mulai menurun sampai akhirnya dia dinyatakan meninggal dunia. "Jam 4:00 tensi darahnya masih ada jadi bisa dibilang wafat dalam istirahatnya. Sekitar jam 6:15-6:20 dibangunkan beberapa kali dan dari tim medis dikatakan sudah tidak ada. Almarhum sudah bersama ayah kami,"
Rumah Duka Martha Tilaar Foto: Rahmi Anjani/Wolipop |
Sebelum meninggal, Martha Tilaar sempat berpesan kepada anak-anaknya. Menurut Bryan, wanita kelahiran Gombong tersebut selalu bicara mengenai memajukan Indonesia dan berbisnis yang memberikan dampak.
"Pesan-pesannya adalah marilah kita sama-sama mencintai Indonesia. Bahwa kita berbisnis itu harus berdampak pada sosial bukan hanya komersialisasi semata.
Marilah memajukan Indonesian Beauty dan teruskan nilai-nilai mulia kepada generasi muda, termasuk kami sekeluarga. Selalu pesan-pesannya tentang Indonesia bagaimana mendidik Indonesia semoga negara kita semakin maju," tutup Bryan.
(ami/ami)













































