'Tenun Indonesia Terancam Punah'
wolipop
Jumat, 08 Apr 2011 13:00 WIB
Jakarta
-
Bagi sebagian besar masyarakat awam, tenun adalah kain yang dipakai khusus untuk acara yang besar dan spesial. Padahal, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Anggapan ini justru menjadikan tenun kurang digemari sebagai gaya sehari-hari.
Masih dalam susunan acara peluncuran buku 'Tenun, Handwoven textiles of Indonesia', kali ini Cita Tenun Indonesia mengajak Wolipop (07/04/2011) menuju beberapa tempat pembuatan tenun .
Detinasi pertama adalah Bali Arta Nadi, Traditional Weaving yang bertempat di Sidemen, Karang Asem. Tempat ini menghasilkan Kain Endek yang dibuat dengan pewarna alami. Di sini diperlihatkan proses pembuatan mulai dari benang tenun dipisahkan dan disambung dengan penuh kesabaran menjadi lebih panjang, membuat pola ikat sebelum dicelup hingga kemudian dijadikan kain tenun dengan motif yang indah.
Destinasi kedua, Swastika, Tenun Ikat Songket yang bertempat tak jauh dari Bali Arta Nadi. Kami diperlihatkan sekumpulan pengrajin songket mengerjakan kain songket dalam warna cerah dan benang-benang emas.
Ada juga pengarahan tentang proses pembuatan songket baru yang sifatnya lebih tipis menggunakan helai benang tunggal (umumnya songket menggunakan helai benang ganda sehingga terasa tebal) oleh desainer tekstil Ratna Panggabean.
Dalam kunjungan tersebut, Sjamsidar Isa selaku penggagas dari Cita Tenun Indonesia, berbagi informasi. "Saya melihat masyarakat masih belum bisa menghargai tenun, padahal kain ini bisa dibilang salah satu warisan budaya yang hampir punah. Dengan permintaan yang minim, maka pengrajin jadi tidak bekerja, dan akibatnya tenun tak lagi diproduksi. Banyak tenun di Indonesia yang terancam punah tanpa sempat dilestarikan atau diketahui oleh orang banyak," ujarnya.
Berbeda dengan batik yang mudah ditiru dan diproduksi massal, satu helai kain tenun ukuran standar memerlukan minimal sebulan penuh untuk menyelesaikannya, untuk songket dengan kerumitan motif yang tinggi bahkan bisa mencapai enam bulan. Hal ini membuat harga tenun lebih mahal karena dibuat langsung oleh tangan pengrajin yang mahir dan berpengalaman.
(fer/eny)
Masih dalam susunan acara peluncuran buku 'Tenun, Handwoven textiles of Indonesia', kali ini Cita Tenun Indonesia mengajak Wolipop (07/04/2011) menuju beberapa tempat pembuatan tenun .
Detinasi pertama adalah Bali Arta Nadi, Traditional Weaving yang bertempat di Sidemen, Karang Asem. Tempat ini menghasilkan Kain Endek yang dibuat dengan pewarna alami. Di sini diperlihatkan proses pembuatan mulai dari benang tenun dipisahkan dan disambung dengan penuh kesabaran menjadi lebih panjang, membuat pola ikat sebelum dicelup hingga kemudian dijadikan kain tenun dengan motif yang indah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada juga pengarahan tentang proses pembuatan songket baru yang sifatnya lebih tipis menggunakan helai benang tunggal (umumnya songket menggunakan helai benang ganda sehingga terasa tebal) oleh desainer tekstil Ratna Panggabean.
Dalam kunjungan tersebut, Sjamsidar Isa selaku penggagas dari Cita Tenun Indonesia, berbagi informasi. "Saya melihat masyarakat masih belum bisa menghargai tenun, padahal kain ini bisa dibilang salah satu warisan budaya yang hampir punah. Dengan permintaan yang minim, maka pengrajin jadi tidak bekerja, dan akibatnya tenun tak lagi diproduksi. Banyak tenun di Indonesia yang terancam punah tanpa sempat dilestarikan atau diketahui oleh orang banyak," ujarnya.
Berbeda dengan batik yang mudah ditiru dan diproduksi massal, satu helai kain tenun ukuran standar memerlukan minimal sebulan penuh untuk menyelesaikannya, untuk songket dengan kerumitan motif yang tinggi bahkan bisa mencapai enam bulan. Hal ini membuat harga tenun lebih mahal karena dibuat langsung oleh tangan pengrajin yang mahir dan berpengalaman.
(fer/eny)
Pakaian Wanita
Ingin Tampil dengan Sentuhan Personal? Gelang dengan Liontin Custom Ini Bisa jadi Pilihan!
Olahraga
Review Senar Tenis Dunlop New S-Gut: Seimbang antara Durabilitas & Harga
Fashion
Converse Chuck 70 Ox Black/White, Pilihan Simpel buat Tampil Keren
Perawatan dan Kecantikan
Laneige Lip Glowy Balm Pink Supernova, Solusi Bibir Lembap & Glowing
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Sering Merasa Tak Punya Baju? Ini 7 Trik Biar Outfit Lama Terlihat Baru
Teriakan Pelaku Bisnis Mode, Mulai Khawatir Dampak Perang Iran-AS
Anne Hathaway Pastikan Tidak Ada Model Kurus di The Devil Wears Prada 2
Gaya Matching Melania Trump dengan Robot Humanoid di Gedung Putih
Supermodel David Gandy Ramal Industri Modeling akan 'Punah' Gara-Gara AI
Most Popular
1
Bayi Pertama Lahir Setelah 17 Tahun, Satu Desa Gelar Spanduk Ucapkan Selamat
2
8 Drama Korea Romantis CEO Tampan, Ditaburi Banyak Adegan Ciuman
3
Profil Wang Churan, Aktris Drama China yang Kecantikannya Viral
4
5 Potret dan Fakta Arabella Stanton, Pemeran Hermione di Serial Harry Potter
5
Most Popular Sepekan: 'Soft Living' Tren di Kalangan Milienial karena Burnout
MOST COMMENTED











































