Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

24 Tahun Buron, Pria Ini Ditangkap Berkat Kesaksian Mantan Pacar

Vina Oktiani - wolipop
Senin, 19 Okt 2026 17:00 WIB
...
People problems, poverty.
Foto: Getty Images/iStockphoto/kieferpix
Jakarta -

Seorang buronan di China akhirnya ditangkap setelah puluhan tahun menghindari kejaran polisi. Ia diketahui menggunakan identitas saudara kembarnya yang telah meninggal dunia untuk menyembunyikan kejahatan dan menjalani kehidupan baru.

Kasus ini bermula dari perampokan di Yuhuan, Provinsi Zhejiang, China, pada 2002. Tujuh orang terlibat dalam penculikan dan perampasan uang serta barang berharga milik korban. Polisi berhasil menangkap enam pelaku, tetapi seorang tersangka bernama Chen melarikan diri.

Pada 2007, polisi menerima informasi bahwa Chen telah meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Provinsi Anhui. Pencarian pun dihentikan karena ia dianggap sudah tidak lagi hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, saat meninjau kembali kasus tersebut, polisi menemukan petunjuk bahwa seorang pria di Anhui diduga telah bertahun-tahun menggunakan identitas saudara kembarnya yang meninggal. Penyelidikan kemudian mengarah pada Chen, buronan yang dicari sejak 2002.

Polisi mendatangi Anhui untuk menyelidiki dugaan tersebut. Namun, ibu, saudara perempuan, dan warga desa Chen menyatakan bahwa Chen telah meninggal dalam kecelakaan. Padahal, korban sebenarnya adalah kakak kembarnya.

ADVERTISEMENT

Catatan kependudukan, kepolisian lalu lintas, dan rumah duka turut menyatakan bahwa Chen telah meninggal. Polisi juga kesulitan mendapatkan dokumen asli kecelakaan tersebut.

Penyidik akhirnya memeriksa foto-foto identitas lama. Mereka menemukan bahwa sembilan hari setelah Chen tercatat meninggal pada 2007, kakaknya yang dianggap masih hidup mengajukan perubahan nama dan foto identitas baru. Foto tersebut memiliki sejumlah perbedaan mencolok dari foto sebelumnya. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa Chen telah mengambil alih identitas kakaknya untuk menghindari hukuman.

Ketika keluarga Chen tidak memberikan keterangan yang membantu penyelidikan, polisi menghubungi mantan pacar kakaknya, Deng. Keduanya sempat membicarakan pernikahan sebelum hubungan mereka berakhir setelah kecelakaan yang merenggut nyawa sang kekasih.

Setelah mendapat penjelasan dari polisi, Deng membenarkan bahwa orang yang meninggal dalam kecelakaan tersebut adalah kakak Chen, bukan Chen yang selama ini menjadi buronan.

Kesaksian itu membantu polisi mengungkap penyamaran yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Chen akhirnya ditangkap pada Juni, sekitar 24 tahun setelah perampokan terjadi.

Selama pelariannya, ia diketahui menjalani kehidupan biasa dengan nama baru. Berdasarkan hukum pidana China, Chen terancam hukuman penjara selama tiga hingga 10 tahun.

Kisah tersebut memancing beragam komentar di media sosial. Sejumlah warganet menyoroti nasib Deng yang kehilangan kekasihnya tanpa mengetahui bahwa pria yang meninggal sebenarnya adalah saudara kembar sang kekasih. Warganet lain mempertanyakan kemungkinan konsekuensi hukum bagi ibu dan saudara perempuan Chen karena diduga membantu menyembunyikan keberadaan buronan.

(vio/vio)
...
Hide Ads