Kisah Pria Menikah & Rayakan Ultah Anak Bareng Wanita Lain di Hari yang Sama
Kisah seorang pria yang mengadakan dua hajatan sekaligus mengundang kontroversi. Dilaporkan bahwa ia menggelar pernikahan sekaligus syukuran 100 hari anaknya. Yang membuat orang terkejut adalah dua acara besar tersebut melibatkan dengan dua wanita yang berbeda dan tidak saling kenal.
Sebuah foto menampilkan acara pernikahan dan ulang tahun anak beredar di media sosial. Sekilas tidak ada yang salah tapi banyak netizen terkejut ketika membaca kisah di baliknya. Pria bernama Wu dari Kota Liupanshui, Provinsi Guizhou dikatakan menyewa dua ruangan di satu hotel yang sama untuk dua kepentingan berbeda.
Dilansir VN, di hari tersebut, Wu menyelenggarakan pesta pernikahan dengan istri sahnya, Kong, yang digelar di lantai bawah. Di saat yang bersamaan, ia merayakan pesta syukuran putranya dengan pasangan bernama Lin di lantai atas. Dan banner kedua acara itu dipajang di hotel yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah Viral Pria Gelar Pernikahan dan Ultah Anak Foto: Weibo |
Insiden yang diduga melibatkan perselingkuhan itu terungkap secara tak terduga ketika kerabat dari kedua keluarga menemukan bahwa Wu terus-menerus bolak-balik antara dua lantai untuk menghibur para tamu.
Setelah apa yang sebenarnya terjadi terungkap, perkelahian dan perselisihan terjadi antara kedua keluarga pun pecah. Hal itu memaksa staf untuk memanggil polisi untuk meminta bantuan. Seorang perwakilan dari restoran menyatakan bahwa pesta tetap berlangsung dan semua biaya dibayar penuh sesuai kontrak.
Insiden tersebut memicu kemarahan di China dan menimbulkan pertanyaan tentang apakah tindakan Wu merupakan pelanggaran hukum mengingat poligami tidak sah di sana.
Kisah Viral Pria Gelar Pernikahan dan Ultah Anak Foto: Weibo |
Berdasarkan laporan media, Wu memiliki seorang putra dengan mantan kekasihnya, Lin, namun mereka tidak terikat dalam pernikahan yang sah. Ia hanya mendaftarkan pernikahannya dengan Kong yang hadir dalam upacara pernikahan pada tanggal 10 Oktober.
Pengacara Fu Jian dari Firma Hukum Zejin pun berpendapat bahwa mengadakan perayaan untuk memperingati 100 hari kelahiran seorang anak tidak serta-merta berarti kedua pihak tersebut hidup bersama secara terbuka layaknya suami istri. Oleh karena itu, fakta ini saja mungkin belum memenuhi unsur-unsur tindak pidana poligami.
Sementara itu, pengacara Yao Kun dari Firma Hukum Beijing Kangda menyatakan bahwa syarat utama untuk menetapkan adanya tindak pidana poligami adalah pelaku harus sudah memiliki pasangan dalam pernikahan yang sah. Apakah Wu melakukan tindak pidana tersebut atau tidak, harus ditinjau berdasarkan keadaan spesifik, terutama waktu pendaftaran pernikahannya dengan Kong.
Jika Wu mendaftarkan pernikahannya dengan Kong terlebih dahulu, kemudian tetap hidup bersama Lin layaknya suami istri dan memiliki anak, maka hal ini dapat dikategorikan sebagai tindak pidana poligami. Tapi jika Lin mengetahui bahwa Wu telah memiliki istri yang sah, namun tetap hidup bersamanya layaknya suami istri, maka ia pun dapat menghadapi tuntutan pidana.
Sebaliknya, jika Wu telah hidup bersama Lin dan memiliki anak sebelum mendaftarkan pernikahannya dengan Kong tanpa pernah mencatatkan pernikahan dengan Lin maka tindakan tersebut tidak memenuhi unsur tindak pidana poligami.
Kisah Viral Pria Gelar Pernikahan dan Ultah Anak Foto: Weibo |
Meski tidak berpotensi pidana, namun dari sudut pandang etika, banyak orang sangat mengecam perilaku ini. Dikabarkan bahwa di antara mereka kini muncul perselisihan terkait keuangan dan hak asuh anak.
(ami/ami)














































