Momen Pangeran Jepang Pidato Pertama di Usia 19, Debut Jadi Calon Kaisar
Pangeran Hisahito Jepang debut solo trip kerajaan di usia 19 tahun. Untuk pertama kalinya, ia menyampaikan pidato resmi di depan publik.
Momen tersebut berlangsung pada Jumat (7/8/2026) saat Hisahito menghadiri Nippon Scout Jamboree ke-19 di Hiroshima. Sekitar 8.000 peserta dan tamu dari Jepang maupun luar negeri hadir dalam acara kepanduan yang digelar setiap empat tahun sekali.
Dalam pidato perdananya, Hisahito terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa kepada para korban gempa yang mengguncang Kumamoto pada 28 Juli lalu. Ia kemudian berbicara tentang pentingnya bekerja sama dan belajar dari berbagai tantangan, termasuk persoalan pencegahan bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap ini menjadi kesempatan untuk bekerja sama, menghadapi berbagai tantangan, memperdalam pemahaman tentang berbagai persoalan termasuk pencegahan bencana, serta melangkah dengan kuat menuju masa depan yang lebih baik," ungkapnya seperti dikutip dari Nippon News.
Putra dari Pangeran Akishino dan Putri Kiko tersebut menjalankan seluruh agenda tanpa didampingi anggota Keluarga Kekaisaran lainnya. Momen tersebut mendapat perhatian karena Hisahito merupakan keponakan Kaisar Naruhito sekaligus urutan kedua dalam garis suksesi takhta Kekaisaran Jepang, setelah ayahnya, Akishino. Ia juga merupakan pewaris laki-laki paling langsung dalam keluarga kekaisaran Jepang berdasarkan aturan suksesi yang berlaku saat ini.
Kemunculan Pangeran Jepang gen Z itu setelah ia menuai kritik karena dinilai jarang ikut serta di acara resmi kerajaan. Profesor emeritus Yuji Odabe mengatakanHisahitotampaknya lebih fokus pada kehidupan universitas dibandingkan mempersiapkan diri sebagai penerus takhta.
"Sejak upacara kedewasaannya, ia memang sesekali menjalankan tugas resmi bersama keluarganya. Namun pengalamannya masih lebih sedikit dibandingkan kaisar saat ini maupun kaisar emeritus ketika berada di usia yang sama," ujarnya, seperti dikutip dari Japan Today.
Perhatian juga tertuju pada apa yang disebut sebagai pendidikan kekaisaran. Menurut jurnalis Shuichi Kanda, Kaisar Naruhito sejak kecil rutin menerima pembelajaran langsung dari kakeknya, Kaisar Showa, sementara Pangeran Hisahito tampak menjalani kehidupan normal.
(kik/kik)










































