Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Dua Lipa Buka Perpustakaan Khusus, Isinya Koleksi Buku Terlarang

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Rabu, 01 Jul 2026 18:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dua Lipa at the 2023 Met Gala: Karl Lagerfeld: A Line of Beauty held at the Metropolitan Museum of Art on May 1, 2023 in New York, New York. (Photo by Christopher Polk/WWD via Getty Images)
Dua Lipa di MET Gala 2023. Foto: Getty Images
Jakarta -

Berprofesi sebagai musisi, Dua Lipa tak hanya mencintai dunia musik, tapi juga memiliki ketertarikan membaca yang besar. Kecintaannya terhadap literasi diwujudkan dengan membuka sebuah perpustakaan.

Wanita berdarah Lebanon ini baru saja meresmikan pembukaan Manifesto Library di Portugal. Bukan perpustakaan biasa, ruang baca ini memiliki koleksi buku yang pernah dilarang atau disensor di berbagai negara.

Manifesto Library dibuka sebagai bagian dari festival buku internasional BABELL - City of Books dan akan menjadi koleksi permanen di toko buku legendaris Livraria Lello di Porto, Portugal. Dalam pernyataan tertulis, Dua Lipa menyebut kolaborasi tersebut sebagai mimpi yang akhirnya terwujud setelah bertahun-tahun mengembangkan misinya untuk mendekatkan masyarakat dengan dunia literasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kolaborasi ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Ketika saya mendirikan Service95 Book Club, tujuan saya adalah menjadikannya rumah bagi para penulis dan pembaca, di mana pun mereka berada dan apa pun keadaan mereka," ujarnya, seperti dikutip dari Euro News.

Melalui Service95 Book Club, Dua Lipa rutin merekomendasikan satu buku setiap bulan sekaligus mewawancarai penulisnya dalam sebuah podcast. Penyanyi 31 tahun itu mengatakan bahwa membaca mampu mendekatkan manusia, meskipun tidak semua pihak menyukainya.

ADVERTISEMENT

"Membaca membuat kita lebih dekat dengan dunia, tetapi sayangnya tidak semua orang menginginkan hal itu. Di sini Anda akan menemukan 100 buku yang mengajukan pertanyaan atau justru pernah dipertanyakan. Sebagian dilarang di sekolah karena mengangkat isu ras atau seksualitas. Ada pula buku untuk pembaca LGBTQIA+ yang dilarang dipajang. Bahkan, dalam beberapa kasus, ada penulis yang harus membayar karya mereka dengan nyawa."

Dua Lipa buka perpustakaan berisi buku-buku terlarang.Dua Lipa buka perpustakaan berisi buku-buku terlarang. Foto: Instagram/@dualipa

Ia menambahkan bahwa perpustakaan tersebut merupakan bentuk penghormatan bagi buku-buku dan para penulis yang berani menyuarakan gagasan di tengah tekanan.

"Saya mengundang semua orang datang dan menentukan sendiri buku mana yang layak berada di rak ini. Karena terkadang tindakan paling berani yang bisa dilakukan adalah membaca sebuah buku, lalu membicarakannya," lanjutnya.

Manifesto Library menghadirkan hampir 100 judul buku yang dikelompokkan ke dalam empat tema utama, yakni kekuasaan, kontrol, suara, dan ingatan. Sejumlah karya terkenal yang tersedia di antaranya 'The Handmaid's Tale' karya Margaret Atwood, 'Felon' karya Reginald Dwayne Betts, serta beberapa buku karya Salman Rushdie dan Olga Tokarczuk.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads