Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Putri Belanda Jadi Target Pembunuhan, Pelaku Klaim Pacar Sang Putri

Kiki Oktaviani - wolipop
Kamis, 07 Mei 2026 12:14 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Putri Amalia dari Belanda
Putri Amalia dari Belanda Foto: Instagram
Jakarta -

Kasus yang menargetkan keluarga kerajaan Belanda terungkap di pengadilan. Seorang pria ekstremis sayap kanan diduga merencanakan serangan terhadap Putri Mahkota Belanda, Putri Catharina-Amalia, dan adiknya, Putri Alexia.

Pria bernama Anne Romke van der H., 33 tahun, ditangkap pada Februari lalu di sebuah hotel di Den Haag setelah polisi menemukan dua kapak di kamarnya. Menurut jaksa, pria tersebut mengaku sebagai kekasih calon Ratu Belanda tersebut. Dia pun mengaku akan melakukan 'misi pelatihan' bersama ke Polandia.

Dalam sidang perdana baru-baru ini, terdakwa mengklaim bahwa Putri Catharina-Amalia memintanya membeli dua kapak sebagai bagian dari perlengkapan bertahan hidup untuk "misi" mereka ke Polandia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan itulah yang dia lakukan," kata pengacaranya seperti dikutip media Belanda, seperti dikutip dari New York Post.

Polisi juga menemukan ukiran mencurigakan di gagang kapak tersebut, termasuk tulisan "Sieg Heil" dan "Mossad". Nama "Alexia", adik Putri Amalia yang kini berusia 20 tahun, juga ditemukan terukir di salah satu kapak.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, aparat juga menemukan catatan tulisan tangan yang memuat nama kedua putri kerajaan dan istilah "bloedbad 400", yang dalam bahasa Belanda berarti "pembantaian berdarah". Pihak pembela berdalih bahwa "Bloedbad 400" hanyalah nama misi pelatihan yang diyakini terdakwa akan dijalani bersama Putri Amalia.

Pria asal Uithuizen, wilayah timur laut Belanda, itu akan menjalani evaluasi psikiatri untuk mengetahui kemungkinan gangguan kepribadian. Meski diduga ada gangguan mental, namun hakim menilai ancaman tersebut cukup serius, dan Van der H. diperintahkan tetap ditahan karena dianggap berisiko melarikan diri dan berpotensi mengulangi ancaman serupa.

Keputusan itu juga dipengaruhi fakta bahwa terdakwa sebelumnya pernah terlihat berada di sekitar taman istana kerajaan. Ia bahkan sempat mengaku kepada sebuah klinik tahun lalu bahwa dirinya tidak takut menusuk orang.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads