Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tampil Glamour di Pemakaman Anak Sendiri, Influencer Ini Dikecam Netizen

Kiki Oktaviani - wolipop
Minggu, 05 Apr 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Sophie-may Dickson
Sophie-may Dickson Foto: dok. Instagram @sophiemaydickson.dogs
Jakarta -

Duka mendalam justru berujung hujatan bagi influencer Sophie-may Dickson. Ia mendapat kritik setelah membagikan momen pemakaman putrinya, Princess yang meninggal dunia di usia 16, diduga akibat perundungan online.

Princess diketahui menjadi sasaran komentar jahat di situs gosip Tattle Life sejak usia 14 tahun. Awalnya, sang ibu yang menjadi target, namun setelah Sophie menghapus sebagian media sosialnya, serangan beralih ke putrinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam unggahan Instagram, Sophie membagikan foto dan video saat dirinya berada di samping peti sang anak. Ia menuliskan perpisahan emosional.
"Aku mencintaimu, Princess. Aku akan menemuimu lagi di surga," tulis wanita Inggris 32 tahun itu.

Sophie-may DicksonSophie-may Dickson Foto: dok. Instagram @sophiemaydickson.dogs

Dalam salah satu fotonya, Sophie mengenakan dress putih dengan potongan off-shoulder, lengkap dengan topi dan sepatu high-heels. Foto hitam-putih tersebut juga menunjukkan kesedihannya dengan kepala bersandar di peti mati Princess pada pemakaman yang berlangsung minggu lalu. Namun netizen kembali memberikan komentar kejam, bahkan menyebut Sophie hanya mencari perhatian hingga menyebut momen tersebut seperti "pertunjukan".

ADVERTISEMENT

"Fashion show lebih penting dibanding rasa hormat kepada orang yang telah meninggal," komentar netizen.

"Berapa kali pengambilan foto untuk membuatnya sempurna? Kalian tahu, demi popularitas," sindir netizen lainnya.

Menanggapi kritik, Sophie menegaskan bahwa unggahan itu bukan untuk sensasi. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sengaja menggunakan jasa fotografer agar bisa mengingat momen terakhir bersama anaknya di tengah kondisi emosional yang sulit.
"Aku tidak membagikan ini untuk dilihat orang. Ini momen terakhirku dengan putriku," jelasnya.

Sophie sendiri menyebut tragedi ini sebagai "mimpi buruk setiap orang tua". Ini juga menjadi bukti bahwa perundungan digital bisa berdampak nyata, bahkan berujung fatal.

Sophie telah menjadi sorotan publik sejak tahun 2014 setelah acara 'Blinging up Baby' menampilkan gaya hidup mewah anak-anaknya. Ia menghadapi kecaman keras setelah terungkap bahwa ia membayar perawatan kecantikan rutin untuk kedua putrinya, yang saat itu berusia empat dan dua tahun. Sebagian besar ujaran kebencian itu diposting di Tattle Life, tempat ribuan unggahan dibuat untuk mengkritik penampilan, gaya hidup, dan cara pengasuhannya.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads