Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

11 Staf Pangeran Harry & Meghan Resign, Isu Lingkungan Kerja Toxic Disorot

Kiki Oktaviani - wolipop
Jumat, 02 Jan 2026 08:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Britains Prince Harry and Meghan Markle, the Duke and Duchess of Sussex, attend the opening ceremony of the 2025 Invictus Games in Vancouver, Canada, Saturday, Feb. 8, 2025. (Aaron Chown/PA via AP)
Foto: AP/Aaron Chown
Jakarta -

Gelombang pengunduran diri kembali mengguncang lingkaran kerja Pangeran Harry dan Meghan Markle. Dalam lima tahun terakhir, setidaknya 11 staf inti memilih angkat kaki, memicu sorotan tajam soal isu lingkungan kerja yang disebut-sebut tidak sehat di balik citra filantropi pasangan Sussex. Mundurnya orang-orang kepercayaan ini kian menambah tanda tanya besar atas kondisi internal Archewell, yayasan yang mereka dirikan di Amerika Serikat.

James Holt bukan nama yang sering muncul di media. Namun di balik layar, dialah salah satu sosok paling penting dalam perjalanan Harry dan Meghan. Selama delapan tahun, Holt hadir di hampir setiap fase besar kehidupan pasangan Sussex, mulai dari proyek kesehatan mental untuk tentara Inggris, masa penuh gejolak saat 'Megxit', hingga berdirinya yayasan Archewell.

Karena itu, kabar pengunduran dirinya pada 29 Desember lalu terasa lebih dari sekadar pergantian staf biasa. Mundurnya Holt memicu kembali isu lingkungan kerja yang tidak sehat, sekaligus menguatkan kabar bahwa kondisi keuangan Archewell tengah berada di titik rawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Holt menyebut alasan pengunduran dirinya bersifat personal. Ia ingin lebih memprioritaskan keluarga dan berencana membawa mereka kembali ke London. Namun waktu kepergiannya dinilai sensitif, mengingat kondisi yayasan yang sedang tidak stabil.

James HoltJames Holt & Pangeran Harry Foto: dok. Getty Images

Beberapa hari sebelumnya, kepala komunikasi Archewell, Meredith Maines, juga memilih hengkang. Dalam hitungan hari, dua nama penting keluar dari lingkar inti Harry dan Meghan, memperkuat kesan adanya masalah internal yang lebih dalam.

ADVERTISEMENT

Resign-nya Meredith Maines pada 26 Desember menambah daftar panjang staf yang pergi. Dalam lima tahun terakhir, setidaknya 11 profesional komunikasi telah meninggalkan tim Harry dan Meghan. Angka ini dinilai terlalu besar.

Dalam pernyataannya kepada People, Holt tetap menjadi netral dan tidak menyudutkan siapa pun. Sikapnya yang terasa kontras dengan sejumlah cerita anonim tentang ketegangan internal di Archewell.

"Sejak proyek pertama saya bersama Pangeran Harry untuk meningkatkan dukungan kesehatan mental bagi prajurit militer Inggris, hingga pekerjaan terbaru kami membantu anak-anak yang terluka di Gaza, beliau selalu mendorong saya untuk berpikir lebih besar tentang bagaimana kami bisa membuat perubahan nyata," kata Holt.

Ia juga menyinggung sosok Meghan Markle. Berbeda dengan sejumlah mantan staf yang memilih diam atau melontarkan kritik, Holt justru memberikan pujian terbuka.

"Sejak pertama kali bertemu Meghan, saya langsung merasa memiliki kesamaan, seseorang yang mampu menemukan kebahagiaan bahkan di tengah situasi sulit, dan terhubung secara tulus dengan siapa pun, tanpa memandang keadaan," ujarnya.

Pujian tersebut dibalas Harry dan Meghan dengan nada serupa. Mereka menyebut antusiasme serta kemampuan Holt dalam mengelola kerja filantropi sebagai kontribusi yang luar biasa. Meski mundur dari posisi eksekutif, Holt tidak sepenuhnya meninggalkan Archewell. Ia masih akan berperan sebagai penasihat filantropi senior dan membantu perencanaan perjalanan kemanusiaan pada 2026.

Sementara itu, kondisi Archewell sendiri disebut tengah tidak baik-baik saja. Donasi menurun tajam sepanjang 2024, restrukturisasi dilakukan, dan jumlah staf inti kini dikabarkan tinggal segelintir.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads