Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Wanita Ini Palsukan Kematian, Aksinya Terbongkar Lewat CCTV

Kiki Oktaviani - wolipop
Minggu, 16 Nov 2025 17:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Stressed exhausted young Asian business woman suffering from severe depression in office.
Ilustrasi Foto: iStock/tuaindeed
Jakarta -

Wanita ini membuat skenario tentang 'kematiannya' demi keluar dari masalah hukumnya. Amy McAuley, 35 tahun, mengarang kabar duka, membuat akta kematian palsu hingga mengirim pemberitahuan palsu ke berbagai lembaga, yang ia yakini tidak akan ada yang menyadari bahwa semua itu hanyalah kedok.

Di era teknologi yang semakin canggih, Amy lupa bahwa jejak digital dapat membongkar kebohongan kapan saja.Terbukti, aksi pemalsuan kematiannya terbongkar lewat kehadirannya di sebuah acara pernikahan yang terekam CCTV.

Amy McAuley tersandung masalah hukum dan menghadapi dakwaan pencurian dan upaya penipuan terkait pemalsuan dokumen untuk mengajukan pinjaman 10.000 euro atau Rp 194 juta pada 2018 serta upaya gagal mengajukan pinjaman kedua sebesar 5.000 euro atau Rp 97 juta. Dia dijadwalkan menjalani persidangan di Dublin Circuit Criminal Court pada Januari 2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menghindari sidang tersebut, ia menyusun cerita kematiannya secara detail. Sebuah pemberitahuan duka muncul di pada 4 Januari 2022, hampir seminggu setelah tanggal pemakaman yang ia klaim.
Dalam pemberitahuan itu tertulis: "26 Desember 2022. Dengan tenang; sangat dirindukan oleh orang tua, saudara perempuan, saudara laki-laki, putra, keponakan, keponakan laki-laki, keluarga besar, tetangga, dan teman-temannya yang terkasih. Telah tiada, tetapi tak pernah terlupakan."

McAuley juga melaporkan kematiannya ke tempat kerjanya dan mengkalim asuransi kematian perusahaan. Masih dengan menyamar sebagai kakaknya, McAuley meminta pembayaran untuk biaya operasi anaknya. Perusahaan akhirnya memberikan pembayaran sebesar 9.000 euro.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan Sunday World, McAuley menghubungi pihak kepolisian dengan menyamar sebagai kakaknya dan menyampaikan bahwa dirinya telah meninggal. Ia lalu mengirim formulir pemberitahuan kematian palsu ke Wexford County Council hingga akhirnya dua akta kematian resmi diterbitkan, masing-masing dengan ejaan nama Inggris dan Irlandia.

Namun pada pertengahan 2023, penyelidikan dibuka ketika polisi mengetahui bahwa McAuley masih hidup. Informasi intelijen kemudian mengarahkan polisi bahwa McAuley akan menghadiri sebuah pernikahan di Enniscorthy pada Juni 2023. CCTV acara itu menunjukkan sosok McAuley dengan jelas.

Hakim Orla Crowe menegaskan bahwa tindakan McAuley jauh dari sekadar kesalahan tidak disengaja. Hakim menggambarkan perbuatannya sebagai penipuan terencana secara matang.

"Memalsukan kematiannya demi menghindari sidang adalah sebuah skema yang sengaja dibuat untuk menghalangi proses hukum," ungkap hakim, seperti dikutip dari Mirror.

Dengan mempertimbangkan kejahatan berulang, jumlah uang yang belum dikembalikan, dan periode waktu yang panjang, hakim menjatuhkan hukuman empat tahun dengan 12 bulan terakhir ditangguhkan. McAuley diwajibkan berada di bawah pengawasan Layanan Pembebasan Bersyarat selama satu tahun setelah bebas.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Wolipop Signature
Detiknetwork
Hide Ads