Ratu Rania Buka Suara Soal Gaza: Tidak Ada Bukti Hamas Penggal Bayi
Ratu Rania dari Yordania akhirnya ikut buka suara mengenai perang Israel dan Hamas yang makin memanas. Konflik tersebut menjadi perhatiannya terlebih dirinya merupakan keturunan Palestina. Dalam pernyataannya, sang ratu mengecam standar ganda para pemimpin Barat yang dianggap diam terhadap pemboman Israel di Gaza. Ia pun merasa tidak ada bukti Hamas pernah membunuh bayi-bayi seperti yang ramai diberitakan.
Dalam wawancara terbaru dengan CNN, Ratu Rania mengungkap pendapatnya mengenai serangan Hamas pada Israel. Ia mengutuk apa yang terjadi di sana namun merasa bahwa dunia tidak melihat fakta bahwa sebuah negara punya hak untuk membela diri. Wanita 53 tahun tersebut bahkan merasa jika dunia menutup mata dengan kondisi menyedihkan yang terjadi di Palestina.
"Ini pertama kalinya dalam sejarah modern bahwa ada manusia yang menderita dan dunia bahkan tidak menyerukan genjatan senjata," ujarnya kepada Christiane Amanpour.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Ratu Rania membahas bagaimana pemberitaan mengenai konflik yang terjadi di antara kedua negara dan kondisi di Gaza. Ia bahkan mengkonfrontasi media yang mewawancara mengungkap laporan yang belum bisa dibuktikan, termasuk mengenai pembunuhan anak-anak.
"Bahkan jaringan (media)mu yang melaporkan anak Israel ditemukan ditebas di kibbutz Israel tapi ketika kamu membaca cerita selengkapnya, itu belum terverifikasi secara independen,"
Mengenai respon Israel terhadap serangan Hamas, Ratu Rania pun menyayangkan bahwa kekerasan fisik bahkan pemboman terus menerus terjadi. "Setiap negara punya hak untuk membela diri tapi tidak dengan perang kejahatan bukan dengan hukuman kolektif," ungkapnya.
Mewakili negara-negara Arab, wanita yang besar di Kuwait itu menyebut jika mereka terkejut dengan pemberitaan mengenai perang. Kebanyakan media seolah menyebut konflik itu baru terjadi kemarin padahal sudah berlangsung selama 75 tahun terakhir. Perang berkepanjangan itu bahkan disebut sebagai kisah kematian orang-orang Palestina.
"Orang-orang di Timur Tengah, termasuk Yordania, kami terkejut dan kecewa dengan reaksi dunia terhadap bencana ini. Dalam beberapa minggu terakhir, kami melihat standar ganda dunia yang mencolok,"
"Ini adalah kisah kependudukan di bawah di bawah rezim aparteid yang menduduki tanah, menghancurkan rumah, menyita tanah, menyerang secara militer, dan menyerang saat malam," tambah Ratu Rania.
(ami/ami)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Beauty Influencer China Lunasi Utang Rp 900 Juta, Dituduh Pura-pura Lumpuh
Jessie Buckley Ungkap Alasan Suami Tak Pernah Menemaninya di Karpet Merah
Bocoran Film Jun Ji Hyun & Ji Chang Wook, Lawan Teror Zombie di Colony
Sinopsis Cabin Fever 3: Patient Zero di Bioskop Trans TV
Zhao Lusi Kembali Akting Setelah Hiatus karena Depresi, Ungkap Rencana di 2026
Ramalan Zodiak 9 Januari: Libra Pemasukan Stabil, Scorpio Kerja Keras
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg











































