ADVERTISEMENT

Kisah Anak Lolos dari Penembakan Massal di Thailand karena Tertutup Selimut

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 10 Okt 2022 06:00 WIB
Orang tua korban membawa selimut dan botol susu saat upacara penghormatan di pusat penitipan anak Uthai Sawan Nongbua Lamphu, Thailand, Jumat (7/10/2022). Foto: (AP Photo/Sakchai Lalit)
Jakarta -

Tragedi penembakan massal yang baru-baru ini terjadi di Thailand sangat menyayat hati. Pembantaian secara brutal dengan senjata api dan pisau itu dilakukan di pusat penitipan anak. Dilakukan oleh seorang mantan polisi bernama Panya Khamrapm, kejadian tersebut menewaskan 36 orang, termasuk 24 anak-anak. Ada satu anak selamat dari pembunuhan karena tertutup selimut.

Pelaku yang dipecat dari kepolisian karena menggunakan narkoba datang ke tempat penitipan anak ketika mereka sedang tertidur. Pria tersebut masuk ke kelas yang terkunci dan mulai menyerang para balita dan guru di sana. Awalnya polisi mengira semuanya tewas terbunuh tapi secara ajaib seorang anak tiga tahun bernama Nong Am ditemukan masih hidup.

Dilansir Telegraph, media lokal memberitakan bahwa Panya Khamrapm menduga Nong Am sudah meninggal karena ia tidur di ujung ruangan. Adapun yang menduga jika Panya yang kemudian membunuh anak dan istrinya di rumah tidak melihat gadis itu karena ditutup selimut dan tidur sepanjang kejadian. Karenanya, tubuh Nong tidak terluka sedikitpun.

Karpet merah dibentangkan jelang kedatangan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn di pusat penitipan anak Uthai Sawan Nongbua Lamphu, Thailand, Jumat (7/10/2022).Karpet merah dibentangkan jelang kedatangan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn di pusat penitipan anak Uthai Sawan Nongbua Lamphu, Thailand, Jumat (7/10/2022). Foto: (Manan VarsyayanaAFP/Getty Images)

Ketika berita mengenai penembakan terdengar oleh keluarga, kakek Nong Am langsung bergegas menuju tempat penitipan. Ia lalu menemukan cucunya digendong oleh seorang guru dengan wajah yang ditutupi kain agar tidak melihat mayat teman-temannya.

"Ini adalah keajaiban dari Tuhan yang menyelamatkan hidup keponakanku. Saudara-saudara, dia satu-satunya yang selamat," kata pamannya kepada stasiun televisi lokal.

Nong Am kemudian segera dibawa ke rumah dan ditenangkan oleh saudara-saudaranya. Ia sendiri tampaknya tidak mengerti dengan apa yang baru saja terjadi.

Nong Am bukan satu-satunya yang hidup dari penembakan itu. Seorang anak lain bernama Sumaee dikatakan berhasil diselamatkan di rumahsakitmeng setelah dua peluru diambil dari kepalanya. Ibunya mengaku sempat menyesal membiarkannya pergi ke tempat penitipan. "Pagi ini dia memohon untuk tidak pergi sekolah tapi aku memaksanya," tuturnya sambil menangis.

Selain anak-anak, seorang guru yang sedang hamil bernama Supaporn Pramongmuk juga tewas di tangan Panya Khamrapm. "Tolong tetap jadi guru di surga dan untuk aku tolong jaga ibunya di surga," tulis suaminya dalam sebuah postingan di Facebook.

Lihat video 'Horor Pembantaian Sadis di Thailand, 22 Anak Ditembak-Ditusuk':

[Gambas:Video 20detik]



(ami/ami)