ADVERTISEMENT

7 Tahun Jadi IRT, Wanita Tuntut 'Gaji' dari Mantan Suami Dapat Rp 65 Juta

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop Sabtu, 11 Jun 2022 19:00 WIB
frustrated woman hate to wash the dish in the kitchen sink Ilustrasi ibu rumah tangga. Foto: iStock
Suzhou -

Seorang wanita mendapatkan uang sebesar 30 ribu yuan atau sekitar Rp 65 juta setelah bercerai dari suaminya. Uang itu diberikan sebagai kompensasi atas perannya sebagai istri dan ibu rumah tangga (IRT) selama tujuh tahun pernikahan.

Pengadilan memutuskan bahwa wanita bernama Wang tersebut berhak menerima bayaran karena telah mendedikasikan waktu dan tenaganya sebagai ibu rumah tangga penuh. Putusan ini dibuat setelah Wang dan mantan suaminya, Tan, resmi bercerai tahun ini.

Seperti diberitakan Asia One, selama pernikahan, Wang jadi IRT dan mengurus semua keperluan rumah saat Tan kerja di kantor. Dia juga merawat anak laki-laki mereka yang lahir secara prematur tak lama setelah keduanya menikah pada 2015.

Rumah tangga Wang dan Tan mulai goyah beberapa tahun setelah menikah. Keduanya pun memutuskan pisah rumah pada 2021. Sejak itu, Wang jadi orangtua tunggal dan kerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhannya.

Selama proses perceraian, Wang berusaha mendapatkan kompensasi dari Tan untuk pekerjaan rumah tangga yang setiap hari dia lakukan selama mereka hidup bersama. Mulai dari mencuci baju, memasak, mengurus anak dan belanja.

"Jadi dia meminta kompensasi," ujar Zhang, panitera pengadilan di Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu, China.

Zhang mengklaim bahwa sang suami tidak menunjukkan sikap menghargai sedikitpun terhadap semua tugas rumah tangga yang dikerjakan sendirian oleh Wang. Dia juga tidak setuju bila Wang dianggap ikut berkontribusi terhadap finansial keluarga karena menjadi ibu rumah tangga penuh.

Oleh karena itu Wang menuntut kompensasi atas pekerjaannya sebagai istri dan ibu rumah tangga. Tuntutannya dikabulkan pengadilan dan mengharuskan Tan membayar kompensasi tersebut yang dihitung sebagai akumulasi 'gaji' selama tujuh tahun hidup berumah tangga.

Kasus ini pun jadi viral di seluruh daratan China, khususnya lewat media sosial Weibo. Tidak sedikit netizen menilai kompensasi yang diberikan untuk Wang terlalu kecil.

"Murah sekali pekerjaan ibu rumah tangga! Apakah mungkin memakai jasa pengasuh dengan gaji sekecil itu?" komentar netizen.

"Ibu rumah tangga bukanlah pengasuh gratisan. Semua orang tahu menjadi istri jauh lebih berat daripada bekerja sebagai pengasuh. Tidak heran jika semakin banyak wanita takut dengan pernikahan dan melahirkan," kritik netizen lainnya.

Warga China kini semakin sadar akan nilai seorang ibu rumah tangga dan menganggapnya sebagai profesi. Hukum perdata di China pun telah mengatur bagi pasangan yang mengurus semua pekerjaan rumah tangga, anak dan anggota keluarga lansia secara legal berhak meminta kompensasi dari pasangan lainnya saat mereka bercerai.



Simak Video "Penampilan Istri Ahok Bikin Pangling, Berhasil Turun 20 Kg"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)