ADVERTISEMENT

Vogue Dikecam karena Hapus Kata Palestina dari Postingan Tentang Gigi Hadid

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 10 Mar 2022 11:01 WIB
NEW YORK, NEW YORK - SEPTEMBER 08: Gigi Hadid walks the runway for Proenza Schouler during NYFW: The Shows on September 08, 2021 in New York City. (Photo by Fernanda Calfat/Getty Images) Foto: Getty Images
Jakarta -

Gigi Hadid baru-baru ini mengumumkan ia akan berdonasi untuk negara-negara berkonflik. Dalam postingannya di Instagram, supermodel tersebut mengaku akan menyumbangkan pendapatannya dari 'bulan fashion' di mana ia mendapatkan banyak pekerjaan modeling selagi beberapa negara berduka. Majalah Vogue pun mendukung aksi Gigi dan membuat postingan mengenai hal itu yang sayangnya malah mendatangkan kritik.

"Aku berjanji akan mendonasikan pendapatanku dari acara (fashion show) Musim Semi 2022 untuk mereka yang menderita karena perang di Ukraina selagi meneruskan dukunganku untuk mereka yang merasakan hal serupa di Palestina," tulis Gigi di Instagram-nya.

[Gambas:Instagram]



Vogue Magazine menginformasikan keputusan Gigi Hadid yang akan bersimpati dengan keadaan dunia dalam sebuah postingan di Instagram. Tapi dalam unggahannya, Vogue meninggalkan Palestina dan hanya menyebut Ukraina. Hal tersebut mengundang kritik dari banyak pihak dan ramai dibicarakan di media sosial yang berakhir Vogue mengedit unggahan tersebut.



[Gambas:Instagram]

Aktivis Palestina Mohammed El-Kurd berpendapat bahwa media tersebut menghilangkan fakta dalam pernyataan Gigi karena takut Zionis tidak menyukainya. Hal tersebut juga mendapat perhatian dari kakak Gigi, Alana Hadid yang mengaku kecewa dengan tercorengnya fakta. Ia pun berkomentar di postingan Vogue. 'Wow, kamu menghilangkan Palestina. Gigi mendukung baik krisis di Ukraina dan Palestina,'

Sebelumnya keluarga Hadid memang pernah berbicara soal kurangnya respon publik terhadap konflik yang terjadi di negara Muslim. Bella Hadid pernah mengkritik Instagram karena menghapus postingnnya yang menunjukkan paspor sang ayah dan menonjolkan asal negara Palestina. Dalam postingan lain Bella juga pernah meminta agar isu di Palestina tidak dikucilkan seperti masalah-masalah sosial lain yang sering digemakan, seperti persamaan hak dan ras, LGBT, korupsi, dan lain-lain.

Tapi selain karena Vogue menghilangkan Palestina dari pemberitaan, keputusan Gigi untuk menyumbangkan penghasilan fashion show menjadi perbincangan karena beberapa tidak setuju ia menyamakan konflik di Palestina dengan Ukraina. Banyak orang menganggap jika masalah yang terjadi tidak lah sama karena Rusia tidak berusaha menghilangkan Ukraina dari peta seperti Israel.

"Tidak Gigi, itu tidak sama. Rusia meluncurkan invasi tidak terprovokasi ke Ukraina, demokrasi yang berdaulat, dalam upaya untuk membuatnya di bawah pengaruh Rusia. Dalam perbandingan, Israel adalah negara berdaulat dan satu-satunya demokrasi yang konsisten di Timur Tengah dan mereka yang terus-menerus berusaha mempertahankan diri dari serangan." tulis netizen.

(ami/ami)
Eureka!
×
Selamat Tinggal BBM
Selamat Tinggal BBM Selengkapnya