ADVERTISEMENT

Pengakuan Selebgram Sulsel yang Viral Dituduh Gelapkan Uang Arisan Online

Tim detikSulsel - wolipop Senin, 07 Mar 2022 11:46 WIB
Selebgram Bone Andi Nia Pakoneri membantah tudingan menggelapkan uang arisan online Rp 9,3 juta. (dok. Istimewa) Foto: Selebgram Bone Andi Nia Pakoneri membantah tudingan menggelapkan uang arisan online Rp 9,3 juta. (dok. Istimewa)
Bone -

Wanita asal Sulawesi Selatan yang populer di Instagram ini viral diduga menipu anggota arisan onlinenya. Menggunakan sistem arisan menurun, sang selebgram bantah menipu.

Andi Niarisi Bone alias Andi Nia Pakoneri dilaporkan ke polisi atas tuduhan menggelapkan dana arisan online sebesar Rp 9,3 juta. Wanita yang populer di Instagram dengan nama @niapakoneri itu merupakan bandar arisan online tersebut.

"Kasus ini dalam proses penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polres Bone AKP Benny Pornika saat dimintai konfirmasi, Jumat (4/2) lalu.

Nia Pakoneri dilaporkan ke polisi oleh seseorang inisial NA (24) yang mengaku korban. Kepada polisi, NA mengaku ikut arisan online yang beranggotakan 22 orang di satu grup.

Sejak mengikuti arisan, NA sudah mentransfer Rp 600 ribu sebanyak tiga kali dalam sebulan. Kemudian pada pembayaran ke-15, yakni pada Sabtu, 22 Januari 2022 giliran nama NA yang lot arisannya naik. Namun menurut NA, Nia Pakoneri tidak membayarkan uang arisan senilai Rp 9,3 juta kepadanya,,sehingga dia memutuskan melapor ke polisi.

Dalam laporannya, NA menyertakan sejumlah tangkapan layar percakapan grup media sosial sebagai bukti keikutsertaannya dalam arisan online. Menurut pihak kepolisian NA dan korban arisan online selebgram Sulses ini juga sudah diperiksa.

Sementara itu, kuasa hukum korban NA, Andi Asrul, menyebut ada indikasi penipuan yang hendak dilakukan Nia Pakoneri. Dia juga mengungkap jumlah korban sebenarnya ada lima orang.

"Hari ini saya mendampingi klien untuk proses pemeriksaan di Kepolisian. Ada lima korban yang keberatan dan merasa tertipu setelah ikut arisan tersebut, dua di antaranya sudah melapor," kata Andi.

Andi mengatakan tidak terutup kemungkinan akan muncul korban lainnya karena peserta arisan online ini berjumlah ratusan orang. Anggota arisan terbagi-bagi ke dalam bentuk kloter atau grup. Kerugian yang dialami korban juga bermacam-macam.

"Korban tergiur karena hanya dengan membayar Rp 8,8 juta. Mereka diiming-imingi bisa mendapatkan (hingga) Rp 9,9 juta," sambung Andi Asrul.

Menurut Andi, kebanyakan korban tidak saling kenal dengan Nia Pakoneri karena arisan digelar secara online. Komunikasi terkait arisan murni dilakukan secara online dan uang arisan peserta disetor lewat transfer.

Klarifikasi dan pengakuan Nia Pakoneri, selebgram Sulsel yang dituduh menipu arisan online, KLIK DI SINI untuk membacanya.



Simak Video "Cerita Anindita Hidayat Hadapi Pelecehan Seksual di Medsos"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)