ADVERTISEMENT

Snowdrop Tuai Kecaman, JTBC Tetap Tayangkan Jisoo BLACKPINK & Jung Hae In

R Chairini Putong - wolipop Rabu, 22 Des 2021 16:00 WIB
Snowdrop Snowdrop. Foto: dok. JTBC
Jakarta -

Drama Korea Snowdrop menuai kontroversi di tengah netizen Korea. Namun, JTBC akan tetap menayangkan drama Korea yang dibintangi Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae In itu. Pihak stasiun televisi pun mencoba meluruskan 'kesalahpahaman' penonton.

Snowdrop telah menuai kontroversi sebelum penayangannya sejak Maret 2021. Alur cerita drama Korea Snowdrop yang berlatar tahun 1987 dinilai telah menyimpang dari sejarah.

Pada tahun 1987, Korea Selatan berada di bawah pemerintahan diktator. Para mahasiswa pun berdemonstrasi agar pemilihan umum diadakan secara adil.

Namun, banyak pengunjuk rasa yang disiksa pasukan militer dengan alibi bahwa mereka adalah mata-mata dari Korea Utara. Sementara Jung Hae In yang menjadi pemeran utama pria drama Korea Snowdrop dikisahkan sebagai mata-mata Korea Utara. Dia menetap di Korea Selatan sebagai mahasiswa yang sedang menggarap tesis.

Episode Pertama Snowdrop Tuai Kecaman

Drama Korea Snowdrop kembali menuai kecaman setelah penayangan perdananya pada Sabtu (18/12/2021) malam. Pasalnya, Eun Young Ro (pemain Jisoo BLACKPINK) menyelamatkan mata-mata Korea Utara Im Su Ho (pemain Jung Hae In) dari anggota gerakan pro-demokrasi Korea Selatan.

SnowdropSnowdrop Foto: Cho Baegon/Disney+

Saat wakil ketua Badan Perencanaan Keamanan Nasional mengejar karakter Jung Hae In, drama Korea Snowdrop memutarkan lagu bersejarah 'Dear Pine' yang melambangkan gerakan pro-demokrasi.

Netizen Korea pun mengirimkan petisi untuk membatalkan penayangan drama Korea Snowdrop ke Blue House (kepresidenan Korea Selatan). Dalam petisi itu, netizen Korea menyorot bagaimana drama Korea Snowdrop meromantisasi karakter Jung Hae In yang disangka tokoh pro-demokrasi.

JTBC Tetap Menayangkan Snowdrop

Pada Senin (21/12/2021), JTBC membuat postingan tentang drama Korea Snowdrop di laman resminya. Snowdrop dijelaskan sebagai cerita fiksi yang tidak ada hubungannya dengan latar belakang sejarah.

"Pertama-tama, motif peristiwa dan latar belakang Snowdrop melingkupi pemilihan presiden selama rezim militer. Drama ini adalah cerita fiksi yang mengisahkan bagaimana orang kuat bekerja dengan Korea Utara untuk mempertahankan kekuasaan mereka. Snowdrop adalah karya kreatif yang menampilkan narasi pribadi mereka yang digunakan dan dikorbankan orang-orang kuat," demikian pernyataan JTBC seperti dilansir dari allkpop.

Lebih lanjut, pihak stasiun televisi mengungkap karakter Jung Hae In yang dikisahkan sebagai mata-mata Korea Utara tak bergabung dengan gerakan pro-demokrasi. Begitu pula karakter Jisoo BLACKPINK yang menjadi kekasihnya.

SnowdropSnowdrop Foto: Cho Baegon/Disney+

"Tidak ada mata-mata yang memimpin gerakan pro-demokrasi di Snowdrop. Kisah di mana protagonis pria dan wanita berpartisipasi atau memimpin gerakan pro-demokrasi tidak muncul di episode terbaru, 1 dan 2, juga tidak muncul dalam episode mana pun yang ada dalam naskah."

JTBC mengungkap 'kesalahpahaman' penonton akan terjawab dalam episode drama Korea Snowdrop berikutnya. Karena tak bisa membocorkan kelanjutannya, JTBC meminta penonton untuk menantikan episode Snowdrop setiap akhir pekan.

Lebih dari 300 ribu netizen Korea telah menandatangani petisi untuk membatalkan penayangan drama Korea Snowdrop. Terlepas dari kontroversinya, JTBC akan tetap menayangkan Snowdrop setiap Sabtu dan Minggu pukul 22.30 KST. Snowdrop juga bisa ditonton secara legal dengan subtitle Bahasa Indonesia di Disney+.



Simak Video "Penuh Kontroversi, Snowdrop Tak Mengecewakan dari Segi Rating"
[Gambas:Video 20detik]
(rcp/rcp)