Penyesalan Wanita yang Bawa Anak Ikut ISIS, Pakai Dana Pinjaman Pendidikan

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 18 Nov 2021 12:49 WIB
Tareena Shakil Foto: Dok. West Midlands Police
Jakarta -

Seorang wanita bernama Tareena Shakil pernah jadi pemberitaan karena bergabung dengan ISIS di Suriah. Ketika itu, ia bahkan membawa anaknya yang masih berusia satu tahun. Belasan tahun berlalu, Tareena mengakui kesalahan dan penyesalannya. Wanita itu pun bercerita bagaimana pergi menggunakan uang pinjaman untuk kuliah.

Tareena Shakil adalah wanita asal Inggris yang bergabung dengan ISIS di 2004. Ketika kembali ke negaranya, wanita itu divonis penjara enam tahun meski hanya menjalani setengah hukumannya. Awalnya Tareena mengaku ia diculik dan dipaksa untuk ikut kelompok ekstremis tersebut. Tapi dalam persidangan, ia dianggap berbohong oleh hakim.

Wanita yang dijuluki 'Towie jihadi' karena menyukai acara realiti itu mengenang kembali keputusan yang disesalinya. "Aku tahu ada kekerasan dalam Isis. Aku tidak bisa bohong dan berkata tidak tahu karena itu ada di mana-mana,"

Tareena ShakilTareena Shakil Foto: Dok. Uplands TV

"Mengetahui hal-hal mengerikan yang terjadi di tempat itu dan masih memutuskan untuk kabur, bukan hanya sendiri, tapi dengan anak. Aku mengerti sulit untuk orang mengerti. Dan jika dibilang tidak terlalu memperhatikan tapi memang seperti itu," ungkapnya

"Itu bukan sesuatu yang menyenangkan ketika aku melihatnya kembali tapi saat itu satu-satunya yang bisa aku katakan adalah aku jauh dari versi terbaik diriku," tambah Tareena.

Tareena ShakilTareena Shakil Foto: Dok. West Midlands Police

Dikutip The Intercept, Tareena bergabung dengan ISIS karena suaminya yang seorang muslim taat. Setelah anak mereka lahir, sang suami pergi ke Yaman di mana ia diancam untuk tidak kembali dan memulai hidup baru dengan menikahi wanita lain. Ketika itu, ia bertemu dan tertarik dengan pria Portugis bernama Fabio Pocas yang seorang tentara ISIS di Suriah.

Saat itu lah, Tareena mulai menambahkan bendera ISIS di media sosial. Ia juga mulai membeli niqab, hijab, dan pakaian tertutup di situs belanja online. Tareena bahkan menukar iPhone menjadi Samsung karena mendengar jika ponsel keluaran Amerika itu dilarang di sana.

Tak lama kemudian, wanita yang ketika itu berusia 24 terbang ke Turki menggunakan uang pinjaman pendidikan untuk dijemput ke Suriah. Setelah sampai, ia baru bilang pada keluarga telah ikut ISIS. Saat itu, ia beralasan ingin melepaskan diri dari kehidupan keluarga yang tak bahagia.

(ami/ami)