Ratu Elizabeth Sewa Pengacara untuk Lawan Meghan Markle & Pangeran Harry

Kiki Oktaviani - wolipop Selasa, 24 Agu 2021 19:45 WIB
NEWTONGRANGE, SCOTLAND - SEPTEMBER 09:  Queen Elizabeth II arrives to greets well-wishers before she unveils a commemorative plaque at Newtongrange railway station on board the steam locomotive Union of South Africa on the day she becomes Britains longest reigning monarch on September 09, 2015 in Newtongrange, Scotland. Today, Her Majesty Queen Elizabeth II becomes the longest reigning monarch in British history overtaking her great-great grandmother Queen Victorias record by one day. The Queen has reigned for a total of 63 years and 217 days. Accompanied by her husband and Scotlands First Minister Nicola Sturgeon she will officially open the new Scottish Borders Railway which runs from the capital to Tweedbank.  (Photo by Andrew Milligan - WPA Pool/Getty Images) Foto: dok. Getty Images
Jakarta -

Ratu Elizabeth tampaknya lelah dengan drama yang kerap dibuat Meghan Markle dan Pangeran Harry dalam sejumlah wawancara mereka. Sumber terpercaya mengungkapkan bahwa Ratu Elizabeth sampai menyewa pengacara untuk melawan Meghan Markle dan Pangeran Harry.

Ratu Inggris 95 tahun itu menginstruksikan timnya untuk mempersiapkan pertempuran hukum. Tim hukum Ratu Elizabeth sedang berkonsultasi dengan ahli pencemaran nama baik setelah dibombardir kritik oleh Pangeran Harry dan istrinya.

"Perasaan itu datang begitu saja. Sudah cukup. Ada limit yang bisa diterima dan Ratu dan keluarga kerajaan yang telah didorong sejauh ini. Mereka mendapatkan pengacara. Harry dan Meghan akan diberitahu terkait serangan berulang dan tidak akan ditoleransi," ujar sumber, seperti dikutip The Sun.

Keluarga kerajaan menempuh jalur hukum setelah mengetahui bahwa Pangeran Harry berencana untuk menulis buku Biografi bersama penerbit buku Penguin Random House. Kabarnya, tim hukum Kerajaan Inggris mempertimbangkan untuk mengirim peringatan hukum ke penerbit.

Ratu Elizabeth Tanggapi Isu Rasisme Meghan MarklePangeran Harry & Meghan Markle saat wawancara bersama Oprah Foto: DW (News)

"Jika ada nama di dalam buku dan dituduh melakukan sesuatu bisa menjadi fitnah dan juga melanggar hak mereka terkait kehidupan area pribadi," ungkap sumber.

Sumber menjelaskan bahwa ada kekhawatiran bahwa publik Amerika akan jatuh cinta dengan apa yang dikatakan Harry dan Meghan. Padahal apa yang diungkapkan pasangan tersebut belum tentu kebenarannya.

"Tim hukum akan menghubungi penerbit buku untuk melakukan peringatan dini tentang isi dan hak untuk menjawab," tambahnya.

Setelah keluar dari anggota senior keluarga kerajaan Inggris, banyak pernyataan Pangeran Harry yang jadi kontroversi. Setelah sebelumnya, sang Pangeran banyak menyindir keluarga kerajaan di wawancaranya bersama Oprah Winfrey, bungsu dari Pangeran Charles dan Putri Diana itu kembali mengungkap kehidupannya tumbuh di keluarga kerajaan.

Pada Mei, dalam podcast 'Armchair Expert' yang dipandu oleh aktor Dax Shepard, Pangeran Harry membahas tentang rasa sakit mental dan penderitaan yang dia rasakan sejak lama. Pria 36 tahun itu menyebutnya sebagai penderitaan genetik yang sudah turun-temurun.

"Banyak rasa sakit dan penderitaan genetik yang diturunkan, jadi kita sebagai orangtua harus melakukan yang terbaik untuk mencoba dan bilang 'kamu tahu apa, itu terjadi padaku, dan aku akan memastikan itu tidak terjadi padamu," ucap adik Pangeran William itu.



Simak Video "Uskup Agung Bantah Klaim Meghan soal Nikah Duluan dengan Harry"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)