Diancam Dibunuh, Penyanyi Cantik Afghanistan Kabur Setelah Taliban Berkuasa

Kiki Oktaviani - wolipop Jumat, 20 Agu 2021 15:15 WIB
Aryana Sayeed Foto: dok. Instagram/@aryanasayeedofficial
Jakarta -

Penyanyi Afghanistan Aryana Sayeed kabur dari negaranya di tengah kondisi yang semakin mencekam setelah dikuasai oleh Taliban. Aryana berhasil kabur ke Turki, tempat tinggalnya dengan menumpangi pesawat Angkatan Udara AS.

Penyanyi 36 tahun itu meng-update kondisinya kepada followersnya di Instagram yang mencapai 1,3 juta. Dia mengatakan selamat dan baik-baik saja.

"Aku baik-baik saja dan masih hidup, setelah beberapa malam yang tidak terlupakan, aku telah sampai Doha, Qatar dan sedang menunggu penerbangan selanjutnya untuk kembali ke Istanbul," ungkapnya.

Beberapa saat setelahnya. Aryana kembali mengabarkan followersnya bahwa dia telah terbang ke rumahnya di Istanbul, Turki. "Setelah aku pulang dan pikiran dan emosiku kembali normal dari dunia yang tidak bisa dipercaya dan mengejutkan, aku akan membagikan banyak cerita kepada kalian," jelasnya.

Aryana adalah wanita asal Afghanistan yang telah merantau ke berbagai negara sejak ia kecil. Di usia delapan tahun, Aryana meninggalkan Tanah Airnya dan menetap ke Swiss, dan kemudian ke London pada tahun 2000. Aryana tetap bolak-balik ke Afganistan dan mencapai kepopuleran di negara asalnya itu. Afghanistan

Dia pun menjadi juri di acara The Voice Afghanistan. Aryana sendiri mengaku selama berada di negaranya dia merasa terancam karena dia tidak memakai hijab. Dia mengatakan bahwa para Mullah atau pemimpin masjid kerap mengancam hidupnya.

"Mereka mengatakan bahwa siapa pun yang membunuh penyanyi ini akan masuk surga. Itu menjadi sangat sulit, aku tidak bisa pergi ke mana pun," ucap Aryana dalam wawancara dengan CNN pada 2014 silam.

Meski kerap mendapatkan ancaman, namun Aryana tetaplah wanita yang vokal. Dia menjadi pendukung hak-hak perempuan yang terancam karena Taliban yang kerap menduduki negaranya.

Kelompok Taliban dituduh telah membunuh para wanita yang tidak memakai burqa. Sejumlah iklan-iklan di dinding bergambar wanita dicoret-coret. Padahal sebelumnya, Taliban telah menyatakan bahwa pihaknya akan melindungi hak-hak perempuan.

Pada 1996 hingga 2001 saat Taliban berkuasa, seperti dikutip dari Al Jazeera, wanita dilarang pergi bekerja, anak-anak perempuan tidak boleh bersekolah dan para wanita harus menutup wajahnya atau memakai burqa, serta wanita harus ditemani saudara pria jika ingin keluar rumah.



Simak Video "Charlotte Bellis, Jurnalis Wanita yang Curi Perhatian di Preskon Taliban"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)