5 Puisi Hari Kemerdekaan, Bangkitkan Jiwa Cinta Tanah Air Saat 17 Agustus

Anggi Mayasari - wolipop Kamis, 12 Agu 2021 10:30 WIB
Merayakan Hari Kemerdekaan RI di rumah Puisi hari kemerdekaan 17 Agustus. Foto: Andhika Prasetya
Jakarta -

Hari kemerdekaan Indonesia tinggal hitungan hari. Banyak cara untuk memeriahkan HUT RI ke-76. Salah satunya dengan membaca puisi hari kemerdekaan yang bisa membangkitkan jiwa cinta tanah air.

Karya sastra puisi tentang hari kemerdekaan ini menjadi bentuk penghormatan bagi para pahlawan Indonesia yang telah gugur di medan perang. Tak hanya itu, puisi tentang hari kemerdekaan juga bisa mengobarkan jiwa patriotisme dan nasionalisme.



Dikutip dari berbagai sumber, berikut kumpulan puisi tentang hari kemerdekaan:



Puisi tentang Hari Kemerdekaan 1



Semangat Kemerdekaan di Tengah Pandemi
Karya : Nafa Adenia

Detik ini bangsa kita telah merdeka
Bangsa besar telah lahir
Terwujud dengar semangat para pejuang yang terbayarkan dengan tetesan darah dan air mata

Namun,sejak engkau datang kami mengurung diri di dalam rumah,mengunci pintu dan jendela, menutup lubang angin, menutup segala yang terbuka dari rasa takut
Padahal kami tak tahu, engkau ada di luar atau di dalam tubuh kami

Tetapi hidup kian membuat kita tak ramah
Banyak yang susah tambah susah
Yang bekerja pun harus dibuat gelisah
Sandang, pangan dan kebutuhan berpacu dengan pembatasan
Mencari kian tak tau arah dan tujuan

Hingga detik ini ribuan nyawa telah melayang
Sebuah harga yang harus dibayar
Demi terwujudnya satu kata MERDEKA

Tetap semangat,semua pasti ada jalannya, semoga pandemi corona ini cepat berlalu dan kita
semua kembali beraktivitas seperti biasanya, Semangat Kawan!!!



Puisi tentang Hari Kemerdekaan 2



17 Agustus
Karya : A.J. Anwar

Orang jahat selalu lebih kukuh dalam niat busuknya
Tak perlu banyak orang untuk merusak sebuah negara
Cukup beberapa koruptor untuk
menyikat ludes uang rakyat
Beberapa pejabat bebal menggagalkan pembangunan
Beberapa politisi memecah belah rakyat
Beberapa provokator licik untuk memicu kerusuhan
Beberapa orang fanatik membenturkan agama
Beberapa tangan terselubung merawat prasangka
Beberapa preman meresahkan masayarakat

Cukup "setitik nila merusakkan susu sebelanga"
Dan bahwa jumlah mereka melimpah, tak pernah cuma seberapa, maka negara hanya punya peluang terbuang
Dan Selamat Hari Kemerdekaan
saudara sebangsa
Selamat Hari Kemerdekaan
Mari berbaris membelanya!



Puisi tentang Hari Kemerdekaan 3



Karawang Bekasi
Karya : Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati?Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan

Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garsi batas pernyataan dan impian

Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi
Yang terampas dan yang terputus.



Puisi tentang Hari Kemerdekaan 4

Mengenang
Karya : Yuliani Megantari

Muak jadi budak
Mereka maju dengan penuh yakin
Menentang benteng besi bersama
Sembilan obor telah menancap di sudut- sudut bumi
Bumi yang telah basah
Ketika mereka bergegas
Di pintu pagi yang cemas
Aku hanya dapat menanti kabar dari langit dan bumi
Dentang jam berbunyi detik demi detik
Waktu kian berlalu bagai air mengalir
Sekawanan burung gagak membawa kabar
Mereka telah pergi
Kembali pada cahaya, yang menjadi air
Mengalir pada muara yang tak pernah berbatas
Kembali pada api, tanah pijakan ibu pertiwi
Terbang ke atas langit tak berlapis yang menyatu bersama udara
Merongga dalam kekekalan
Bumi telah mencatat nama mereka
Pada sebuah puisi yang kurangkai ini
Dan terkenang menjadi dongeng anak negeri



Puisi tentang Hari Kemerdekaan 5


Untukmu Pahlawan Indonesiaku
Karya : NN

Demi negeri
Engkau korbankan waktumu
Demi bangsa
Rela kau taruhkan nyawamu
Maut menghadang di depan
Kau bilang itu hiburan
Tampak raut wajahmu
Tak segelintir rasa takut
Semangat membara di jiwamu
Taklukkan mereka penghalang negri
Hari-hari mu di warnai
Pembunuhan dan pembantaian
Dan dihiasi Bunga-bunga api
Mengalir sungai darah di sekitarmu
Bahkan tak jarang mata air darah itu yang muncul dari tubuhmu
Namun, tak dapat runtuhkan tebing semangat juangmu
Bambu runcing yang setia menemanimu
Kaki telanjang yang tak beralas
Pakaian dengan seribu wangian
Basah di badan keringpun di badan
Yang kini menghantarkan Indonesia
Ke dalam istana kemerdekaan.

Itulah beberapa puisi hari kemerdekaan yang bisa kamu baca di hari kemerdekaan 17 Agustus 2021. Merdeka!



Simak Video "KuTips: Tips Seru Rayakan 17 Agustusan di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)