Jadi Kontroversi, Wanita Posting Video Olahraga di Depan Masjid Saat Ramadhan

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 05 Mei 2021 17:01 WIB
KAZAN, RUSSIA - NOVEMBER 06:  A general view of the Qolsharif Mosque in the Kazan Kremlin on November 6, 2011 in Kazan, Russia. Kazan is one of thirteen cities proposed as a host city as Russia prepares to host the 2018 FIFA World Cup.  (Photo by Harry Engels/Getty Images) Foto: Getty Images/Harry Engels
Jakarta -

Sebuah video yang menunjukkan beberapa wanita tengah olahraga jadi kontroversi di Rusia. Pasalnya adegan tersebut diambil di depan sebuah masjid saat umat muslim sedang menjalankan puasa di bulan suci Ramadhan. Keempat wanita yang dikatakan adalah atlet itu mengenakan busana dan melakukan gerakan yang dianggap kurang pantas dan provokatif.

Sebuah video yang diunggah di media sosial VKontakte menampilkan pemandangan beberapa wanita melakukan pemanasan. Dikatakan mereka akan berpartisipasi dalam acara maraton Third Capital di kota Kazan, Rusia. Video itu mengundang kritik karena menunjukkan gerakan dari belakang dengan busana yang ketat sedangkan bangunan masjid terlihat jelas di depannya.

Dilaporkan jika dalam video yang sudah dihapus itu awalnya empat wanita melakukan peregangan ringan sebelum akhirnya menari di depan area masjid Kul-Sharif. Postingan tersebut tampaknya jadi viral dan menimbulkan keresahan bagi sebagian muslim. Hal itu pun mendapat perhatian dari pemuka agama Islam di sana.

video olahraga di depan masjid Rusiavideo olahraga di depan masjid Rusia Foto: @vlentach via Newsplash

"Ini tidak bisa diterima. Latar belakang (untuk video) lain bisa ditemukan. Aku pikir ini aksi yang provokatif. Kami tidak mendukung sikap seperti ini," ujar Ketua Mufti dari Tatarstan, Rafik Mukhametshin.

Dilaporkan Daily Star bahwa video itu diunggah pada 3 Mei lalu oleh salah satu pelari bernama Ekaterina. Dikatakan jika ia tidak mengetahui adanya respon kemarahan dari para muslim yang tinggal di sana. Wanita tersebut mengaku tidak bermaksud untuk menyinggung dan pemilihan latar belakang mesjid hanyalah kebetulan.

"Kami tidak berniat untuk berniat buruk apapun dan aku tidak pernah ingin menyinggung siapapun," ungkap Ekaterina.

(ami/ami)