Kisah Sedih Pria Yogyakarta Lahir & Hidup 25 Tahun Sebagai Wanita (Bagian 2)

Vina Oktiani - wolipop Sabtu, 01 Mei 2021 10:00 WIB
Suratno Adi Legowo Foto: dok. YouTube Trans TV Official
Jakarta -

Kondisi langka yang membuat jenis kelamin pria asal Bantul, Yogyakarta, bernama Suratno itu jadi berubah semakin membingungkannya. Kebimbangan dan keraguannya itu terus menghantui Suratno sampai dia memutuskan untuk berkuliah di sebuah universitas negeri di Yogyakarta pada tahun 2000. Kala itu Suratno memilih fakultas ilmu keolahragaan dengan spesialisasi bidang atletik.

Sejak kecil Suratno memang sudah menyukai bidang olahraga. Dengan semakin mengasah kemampuan berolahraganya, Suratno berhasil menjuarai berbagai perlombaan olahraga kelompok wanita yang diikutinya.

"Ya lari, tolak peluru, ya lompat jauh. Porda, porseni, sama pekan olahraga seluruh mahasiswa itu juara 1 atau 2," jelas Suratno.

Secara fisik, Suratno sendiri memang terlihat seperti layaknya seorang pria. Terlebih karena hobbynya berolahraga, penampilan Suratno pun jadi semakin maskulin. Namun karena dibesarkan sebagai seorang wanita, perilaku Suratno pun jadi seperti seorang wanita. Dia bahkan pernah menyukai seorang pria.

[Gambas:Youtube]

Suratno sendiri sebenarnya juga sudah merasa ragu dengan jati dirinya sendiri, namun dia berusaha menutup mata dan tidak membicarakannya. Untungnya kedua orangtuanya menyadari dan memutuskan untuk memeriksakan Suratno ke rumah sakit. Dokter di rumah sakit itulah yang memberitahukan bahwa Suratno ternyata seorang pria, bukan wanita.

"Dokter mengatakan 'Loh ini kok namanya Suratini kok laki-laki?' gitu loh. Terus saya diperiksa dan dokter menyimpulkan saya dioperasi menjadi laki-laki," terang Suratno.

Suratno Adi LegowoSuratno Adi Legowo Foto: dok. YouTube Trans TV Official

Setelahnya Suratno pun melakukan serangkaian operasi di rumah sakit PKO Muhammadiyah Yogyakarta untuk mengukuhkan statusnya sebagai seorang pria. Pada Oktober 2003 nama dan jenis kelamin baru Suratno disahkan oleh pengadilan negeri setempat.

"Kalau sekarang itu sudah merasa lega, nggak sedih, nggak apa-apa. Pokoknya merasa bebas kalau sekarang. Kalau dulu kan masih ringkuh kan, wong katanya perempuan kok begini, begini. Malah kayak beban gitu," ujar sang ibu, Warinem.

Walaupun karena jenis kelamin barunya itu Suratno sudah tidak bisa lagi menjadi atlet kebanggan daerah, namun dirinya masih memiliki cita-cita. Suratno mengungkapkan bahwa suatu saat nanti dirinya ingin bekerja sebagai seorang guru SD.

(vio/vio)