Kisah Memilukan Suamiku Adalah Menantuku Sendiri

Vina Oktiani - wolipop Sabtu, 17 Apr 2021 07:00 WIB
Ilustrasi Wanita Sedih / Foto: iStock Ilustrasi Wanita Sedih / Foto: iStock
Jakarta -

Hidup memang tidak selalu berjalan dengan mulus. Banyak cobaan dan rintangan yang mungkin akan menghampiri, namun jangan sampai hal itu mematahkan semangatmu. Sebuah kisah memilukan yang satu ini datang dari seorang wanita yang terpaksa harus menerima kenyataan pahit bahwa suaminya direbut oleh anaknya sendiri.

Melalui acara Kejamnya Dunia di Trans TV, wanita bernama Maryati itupun menceritakan kisahnya. Maryati mengatakan bahwa sejak usianya 14 tahun dirinya sudah dijodohkan dengan seorang pria asal Makassar yang bernama Saibo.

"Sama dia saya tuh dijodohin sama orangtua. Tadinya saya nggak mau, disuruh. Jadi terpaksa, saya dibohong-bohongin sama ibu saya," jelas Maryati seperti dikutip dari Youtube Trans TV.

MaryatiMaryati Foto: YouTube/Trans TV Official

Dari pernikahan pertamanya dengan Saibo, Maryati dikaruniai seorang anak perempuan yang diberinya nama Suti. Namun saat Suti berusia 8 bulan, Maryati memutuskan untuk bercerai dari Saibo karena Saibo telah menduakannya.

Setelah 18 tahun hidup menjanda Maryati akhirnya dipertemukan dengan Kamsin. Pertemuan pertama keduanya terjadi saat Maryati sedang menjaga warung nasi milik bibinya. Walaupun usia Kamsin lebih muda 5 tahun tetapi keduanya merasa cocok dan memutuskan untuk menikah.

"Sebenarnya bukan karena demen sebenernya tuh, kasihan. Menikah sama dia tuh kasihan gitu karena orangnya itu terlalu pendiem, nggak banyak cerita ini itu. Dia tuh apa adanya, nerima apa adanya," jelas Kamsin.

MaryatiKamsin Foto: YouTube/Trans TV Official

Dari pernikahannya dengan Kamsin, Maryati telah dikaruniai 10 anak. 7 anaknya masih hidup, sementara 3 lainnya sudah meninggal karena sakit. Saat ini anak-anaknya itu juga tidak ada yang bersekolah karena keterbatasan biaya. Kamsin hanya bekerja sebagai kuli bangunan yang dibayar sekitar Rp 50 ribu per hari. Sedangkan Maryati bekerja memasang baut-baut untuk selanjutnya disetor ke pabrik. Pendapatan Maryati hanya Rp 7.500 per kotak. Rata-rata dirinya hanya bisa mengerjakan 2 kotak setiap harinya.

"Tadinya kan setiap minggu, sekarang diubah 2 minggu sekali. Paling pendapatan 2 minggu sekali itu kadang-kadang Rp 150 ribu, kadang-kadang Rp 100 ribu," ungkap Maryati.

Tak hanya sampai saitu saja, penderitaan Maryati semakin bertambah ketika suaminya, Kamsin, memutuskan untuk menikahi anak pertama Maryati, Suti. Kamsin bahkan menjual TV nya seharga Rp 400ribu untuk menikahi Suti. Awalnya Maryati tak setuju, namun setelah mendengar penjelasan Kamsin akhirnya Maryati menyetujuinya.

Selanjutnya
Halaman
1 2