Pembully Petarung MMA Berdarah Indonesia Hanya Didenda Sejuta, Publik Marah

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 01 Apr 2021 14:15 WIB
Hana Kimura Foto: Twitter @hanadayo0903
Jakarta -

Seorang petarung MMA asal Jepang bernama Hana Kimura tahun lalu mengakhiri hidupnya di usia 22 yang diduga disebabkan perundungan online. Bintang acara Netflix Terrance House' tersebut dilaporkan sering menerima banyak komentar negatif, termasuk yang menyuruhnya untuk mati. Orang yang pernah menulisnya pun sudah diproses kepolisian tapi sayangnya malah mengundang kemarahan publik.

Hana Kimura adalah pegulat profesional yang dikenal lewat World Wonder Ring Stardom. Wanita keturunan Indonesia tersebut mengejutkan publik dengan berita kematiannya yang dikonfirmasi oleh manajemen. Sebelum meninggal, ia memang kerap mengunggah pesan bernada depresif di media sosial karena banyaknya komentar negatif yang ditujukan padanya.

"Hampir 100 opini blak-blakan setiap hari. Aku tidak bisa mengelak bahwa aku terluka. Aku mati. Terima kasih sudah memberikanku seorang ibu. Itu adalah kehidupan di mana aku ingin dicintai. Terima kasih untuk semua orang yang mendukungku. Aku menyukainya.

Pegulat cantik dari Jepang.Pegulat cantik dari Jepang. Foto: Instagram

"Aku lemah, aku minta maaf. Aku tidak ingin jadi manusia lagi. Itu adalah kehidupan di mana aku ingin dicintai. Terima kasih semuanya. Aku mencintai kalian. Sampai jumpa," tulisnya yang saat itu juga sempat mengunggah foto sayatan di pergelangan tangan.

Hana KimuraHana Kimura Foto: Twitter @hanadayo0903

Salah satu komentar paling parah dikirim oleh seorang pria berusia 20 tahunan. Menuliskan 'kapan kamu mati', akhir tahun lalu ia diinvestigasi polisi dan baru saja dijatuhi hukuman. Tapi sayangnya, hukuman tersebut malah membuat publik marah karena hanya diminta membayar sedikit denda.

"Tersangka mengunggah pesan-pesan di media sosial korban, termasuk 'Kamu punya kepribadian yang jelek. Apakah kamu pantas hidup? Ya, ya, Kapan kamu mati,'" ungkap perwakilan kantor jaksa Tokyo.

Pria tersebut kemudian dituntut karena membuat penghinaan di publik tapi tidak melewati persidangan. Hal itu sering terjadi pada kasus-kasus yang dianggap tidak berat. Media lokal pun menyebutkan jika ia diberi denda 9.000 yen atau sekitar Rp 1,2 jutaan. Dianggap terlalu sedikit, netizen mengungkap ketidaksetujuan mereka di media sosial.

"Jika dia bisa lolos dengan 9.000 yen, aku khawatir dengan angka cyberbullying akan meningkat," "Ini sangat salah. Ini bukanlah keadilan," tulis netizen di Twitter.

Sebelum meninggal, Karier Hana Kimura dalam dunia wrestling bisa dibilang cukup baik. Ia memenangkan Stardom Fighting Spirit Award di 2019 dan masuk dalam Top 50 PWI (Pro Wrestling Illustrated) Female 100 pada 2018. Kepergian anak dari pegulat wanita Kyoko Kimura itu pun membuat fans bersedih dan saat itu jadi trending topic.

Dunia wrestling sendiri sering dibilang cukup berisiko untuk urusan kesehatan mental. Dikatakan komunitas tersebut memiliki salah satu fanbase paling 'toxic' di dunia maya belum lagi ekosistemnya sendiri yang sudah sarat kekerasan.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikologi, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(ami/ami)