Ivanka Trump Pakai Pajak Rakyat Rp 42 Juta Buat Sewa Toilet Paspampres

Hestianingsih - wolipop Jumat, 15 Jan 2021 17:06 WIB
President Donald Trumps White House Senior Adviser Jared Kushner and Ivanka Trump, the daughter of President Trump, walk on the South Lawn of the White House in Washington, Sunday, Nov. 29, 2020, after stepping off Marine One after returning from Camp David. (AP Photo/Patrick Semansky) Ivanka Trump dan Jared Kushner. Foto: AP/Patrick Semansky
Washington, D.C. -

Ivanka Trump dan Jared Kushner dikabarkan memperlakukan agen Paspampres (U.S. Secret Service) yang mengawal mereka dengan kurang baik. Mereka dilarang menggunakan kamar mandi di rumahnya selama bertugas.

Seperti diketahui, rumah Ivanka Trump mendapatkan penjagaan ketat selama kepemimpinan ayahnya, Donald Trump, sebagai presiden Amerika Serikat. Rumah yang berlokasi di Kalorama, Washington, D.C., tersebut memiliki enam kamar mandi.

Namun seperti diberitakan Washington Post, para anggota Paspampres diinstruksikan tidak boleh menggunakan satu pun dari enam kamar mandi tersebut. Alhasil mereka harus mencari tempat untuk menumpang buang hajat.

Menurut laporan yang diterbitkan Washington Post, pada 2017, agen Secret Service mengandalkan toilet di garasi rumah mantan presiden AS Barack Obama. Mereka juga harus mengendarai mobil sejauh 1,6 km untuk memakai kamar mandi di rumah Wakil Presiden Mike Pence.

Hingga pada akhirnya pemerintah federal menyewakan para anggota paspampres sebuah studio di ruang bawah tanah rumah salah satu tetangga keluarga Jared Kushner, agar akses mereka ke kamar mandi lebih mudah dan dekat. Sejak September 2017, studio tersebut disewa dengan harga sekitar Rp 42 juta per bulan, yang biayanya diambil dari pajak rakyat.

"Baru kali ini saya dengar Secret Service harus melakukan hal sejauh ini untuk mencari kamar mandi," ujar salah satu petugas penegakan hukum, yang mengetahui situasi tersebut.

Namun perwakilan Gedung Putih membantah kalau Ivanka Trump dan Jared Kushner melarang Paspampres menggunakan kamar mandi di rumahnya. Mereka mengklaim bahwa itu keputusan para agennya sendiri.

(hst/hst)