Sejarah Horor Friday The 13th yang Bikin Bulu Kuduk Berdiri

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 13 Nov 2020 17:37 WIB
Vienna - Mosaic of Last supper of Jesus by Giacomo Raffaelli from year 1816 as copy of Leonardo da Vinci work on January 15. 2013 in VIenna. Ilustrasi Friday the 13th. (Foto: iStock)
Jakarta -

Hari Jumat tanggal 13 atau Friday the 13th selalu dikaitkan dengan segala sesuatu yang berbau horor dan membawa kesialan. Bagaimana asal mulanya?

Stigma negatif terhadap Friday the 13th yang terasa sampai saat ini memang tak bisa lepas dari pengaruh budaya pop. Mungkin kamu pernah menyaksikan film horor yang berjudul 'Friday the 13th'? Film ini biasa menghiasi layar kaca, terutama saat Halloween yang jatuh setiap 31 Oktober.

Pernah ada pula novel 'Friday, the Thirteenth' yang ditulis oleh Thomas William Lawson. Novel ini diketahui terbit pada 1907.

Dihimpun dari berbagai sumber, fenomena Friday the 13th bermula dari angka 13 itu sendiri. Ada anggapan bahwa barang siapa yang menggunakan angka ini, kesialan akan menimpanya. Maka jangan heran bila kamu jarang melihat angka 13 di tombol lift atau kamar nomor 13 di sebuah hotel. Dalam kajian psikologi, mereka yang parno dengan Friday the 13th disebut triskaidekaphobia.

Usut punya usut, cerita di Alkitab diyakini sebagai pemicu jeleknya citra angka 13 dan hari Jumat. Menurut situs History Channel, terdapat 13 orang yang menghadiri Perjamuan Terakhir, sehari sebelum Yesus disalib. Adapun penyaliban terjadi pada hari Jumat.

Vienna - Mosaic of Last supper of Jesus by Giacomo Raffaelli from year 1816 as copy of Leonardo da Vinci work on January 15. 2013 in VIenna.Lukisan yang menggambarkan Perjamuan Terakhir Yesus bersama ke-12 muridnya. (Foto: Getty Images/iStockphoto/sedmak)

Jauh sebelum era masehi, ada kisah tentang Adam dan Hawa. Jumat diyakini sebagai hari dimana ular memberi Hawa sebuah apel terlarang dari Pohon Kehidupan yang dalam kepercayaan Kristiani menjadi pemicu umat manusia jatuh ke dalam dosa. Di hari Jumat pula, Kain, putra sulung Adam dan Hawa, disebut menghabisi nyawa adiknya, Habel.

Teori Friday the 13th semakin dikuatkan dengan berbagai musibah yang terjadi pada hari Jumat, tanggal 13. Bukan peristiwa biasa, karena kejadian tersebut dicap sebagai yang terburuk dalam sejarah umat manusia.

Dalam sejarah tercatat peristiwa pembumihangusan London yang dikenal sebagai The Blitz pada Perang Dunia II. Selama hampir delapan bulan, mulai dari September 1940, tentara Nazi membombardir ibukota Inggris tersebut. Salah satu targetnya adalah Istana Buckingham. Tepat pada Jumat, 13 September, Nazi menyerang kediaman raja dan ratu Inggris itu. Beruntung, rudal hanya mengenai halaman depan istana dan Raja George VI (ayah Ratu Elizabeth II) yang berkuasa saat itu serta keluarganya selamat.

In this digital composite image a comparison has been made between a London scene during the Blitz of 1940-1941 and present day, to remember the 75th anniversary of the end of the Blitz in London on May 11, 2016. *** FILE PHOTO (#543112597) - 14th September 1940: A crater and damaged railings outside Buckingham Palace, London, after the explosion of a German bomb dropped in an air raid the previous day. (Photo by Central Press/Hulton Archive/Getty Images) *** (#528814626) LONDON, ENGLAND - APRIL 26:  Tourists gather outside Buckingham Palace on April 26, 2016 in London, England. The Blitz aerial bombing offensive lasted for eight months during the early stages of the Second World War, including 57 consecutive nights of raids on the city of London. On the evening of Saturday May 10, 1941 the Luftwaffe mounted its last major bombing raid of the Blitz on London, known as 'The Longest Night', bringing to an end a deadly campaign that killed over 20,000 people in the capitol, left another 1.5 million Londoners homeless and changed the London landscape more than at any time since the Great Fire of 1666. The British fortitude and defiance amidst such chaos gave rise to the term 'Blitz spirit'.  (Photo by Jim Dyson/Getty Images)Pencitraan digital kejadian pemboman Istana Buckingham oleh Nazi saat Perang Dunia II. (Foto: Getty Images/Jim Dyson; Central Press/Hulton Archive/Getty Images)

Kengerian Friday the 13th berlanjut pada November 1970. Kala itu, sebuah siklon tropis menghantam Bangladesh dan menelan korban hingga 300 ribu jiwa. Kematian rapper Tupac Shakur yang sampai saat ini masih menyita perhatian dunia juga terjadi pada Jumat, 13 September, setelah ditembak empat kali enam hari sebelumnya.

Masih ingat kapal pesiar Costa Concordia yang karam di lautan Tuscany, Italia? Peristiwanya terjadi pada Jumat, 13 Januari 2012. Akibat kejadian tersebut, 32 orang dinyatakan tewas. Menurut Vanity Fair, Costa Concordia menjadi kapal penumpang terbesar yang pernah tenggelam dalam sejarah, dengan kapasitasnya yang dua kali lebih besar dari Titanic.

Namun, 13 tak melulu mendatangkan keburukan. Setidaknya demikian bagi penyanyi Taylor Swift. "Saya lahir pada tanggal 13 pada hari Jumat. Album pertama saya menjadi emas dalam 13 minggu. Lagu pertama saya memiliki intro 13 detik," kata penyanyi itu kepada MTV dalam sebuah wawancara. Ia bahkan menamai timnya 13 Management.

Hari ini juga Friday the 13th. Ada kesialan yang kamu alami?

(dtg/dtg)