Aturan Mandi Ratu Elizabeth II, Tinggi Air di Bathtub Tak Lebih 18 Cm

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 09 Okt 2020 11:19 WIB
KINGS LYNN, ENGLAND - DECEMBER 25: Queen Elizabeth II leaves after attending Christmas Day Church service at Church of St Mary Magdalene on the Sandringham estate on December 25, 2018 in Kings Lynn, England. (Photo by Stephen Pond/Getty Images) Ratu Elizabeth II (Foto: John Stillwell - WPA Pool/Getty Images)
London -

Sebuah hal yang wajar bila keluarga Kerajaan Inggris harus hidup dengan penuh aturan. Ratu Elizabeth II misalnya, punya do's dan don'ts untuk urusan mandi.

Terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan oleh staf kerajaan dalam mempersiapkan 'ritual' mandi Ratu Elizabeth II. Demikian diungkapkan oleh Brian Hoey, koresponden Daily Mail yang biasa menulis kehidupan Kerajaan Inggris.

Britain's Queen Elizabeth II looks out during a ceremony to mark her official birthday at Windsor Castle in Windsor, England, Saturday June 13, 2020. Queen Elizabeth II's birthday is being marked with a special ceremony taking care for social distancing by everyone present amid the coronavirus pandemic. The Queen celebrates her 94th birthday this year. (Paul Edwards/Pool via AP)Ratu Elizabeth II (Foto: Paul Edwards/Pool via AP)

Berdasarkan penuturan Brian, nenek Pangeran William dan Harry itu bangun tepat pada pukul 07.30 WIB. Di saat yang bersamaan, staf wajib menyetel radio agar Ratu bisa mendengarkan program politik favoritnya, Today, di BBC Radio 4.

Setelah itu, staf akan menyiapkan bathtub Ratu dengan ukuran suhu dan tinggi air tertentu.

"Untuk mendapatkan suhu yang tepat, pembantu Ratu akan mengujinya dengan termometer kayu dan tak boleh ada selisih jumlah air lebih dari tujuh inci (18 cm)," kata Brian seperti dikutip Marie Claire.

Tak cuma Ratu Elizabeth II, mendiang adiknya, Putri Margaret, juga memiliki aturan tersendiri apalagi sejak mengalami sebuah insiden di kamar mandi.

Diberitakan CheatSheet, pada 1999 kaki Putri Margaret pernah tak sengaja terbakar di bak air panas yang mendidih.

Princess Margaret, Countess of Snowdon (1930 - 2002) arrives in England after her tour of Canada, 12th August 1958. (Photo by Victor Blackman/Daily Express/Hulton Archive/Getty Images)Putri Margaret pada 1958. (Foto: Victor Blackman/Daily Express/Hulton Archive/Getty Images)

Insiden itu lalu mengganggu aktivitas Putri Margaret dan membuatnya harus menggunakan kursi roda untuk berkeliling.

Menurut Craig Brown, seorang kritikus dan penulis budaya asal Inggris, dalam bukunya Ma'am Darling: 99 Glimpsesof Princess Margaret, Putri Margaret lebih suka mandi di bathtub karena merasa shower hanya untuk kaum menengah ke bawah.



Simak Video "Digaji Rp 367 Juta, Ini Fasilitas Jadi Asisten Magang Ratu Elizabeth II"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)