Cerita Lidya Pratiwi yang Sempat Ingin Bunuh Diri Setelah Bebas dari Penjara

Gresnia Arela Febriani - wolipop Kamis, 24 Sep 2020 08:36 WIB
Lidya Pratiwi Lidya Pratiwi. Foto: istimewa
Jakarta -

Kasus artis Lidya Pratiwi sempat menghebohkan publik, setelah tindakan kriminal yang melibatkan dirinya dan keluarganya. Lidya, bersama ibunya, Vince Yusuf dan pamannya, Tony Jusuf melakukan pembunuhan berencana terhadap model Naek Gonggom Hutagalung yang ditemukan tewas di Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta Utara pada 28 April 2006.

Pembunuhan ini bermotif perampokan dengan melibatkan Lidya Pratiwi sebagai umpan. Di mana saat itu Lidya berstatus sebagai kawan dekat korban.

Apa kabar Lidya Pratiwi sekarang ?

Setelah Lidya Pratiwi bebas bersyarat pada 2013, ia seolah menghilang dari mata publik. Tapi kali ini bintang sinetron 'Jinny Oh Jinny' itu muncul kembali dengan nama barunya, Maria Eleanor.

Dalam kutipan wawancara di channel Youtube Status Selebriti yang berjudul 'Tinggalkan Masa Lalu, Lidya Pratiwi Mulai Lembaran Baru', dia mengaku kaget sampai saat ini masih jadi incaran wartawan.

"Kaget, media setelah sekian belas tahun, masih mau mencari kabar aku dan masih ingat walaupun kondisi pakai masker. Dan masih mengenali suara aku, kaget sekaligus mengapresiasi juga teman-teman," ungkapnya.

Pesinetron 'Ande-Ande Lumut' ini memang telah meninggalkan masa lalunya dan mengatakan sempat merasa putus asa karena menghadapi vonis 14 tahun penjara. Dia pun tak menyangka bisa sampai pada kondisi seperti sekarang.

"Aku pikir saat itu aku nggak mungkin bisa duduk sekarang. Aku pikir saat ini nggak akan ada, ngerasanya semua kayak gitu di sana. Dan, ya nggak tahu, nggak pernah berpikir akan ada fase-fase menghitung pulang dan bebas, aku nggak ada, mau ini, mau itu. Ya sudah selesai semuanya. Seperti ini jalan hidup aku," ucapnya sambil berurai air mata.

Wanita berambut pendek ini melanjutkan ia berusaha menerima dan ikhlas dengan keadaan yang dijalaninya sekarang. "Kenyataannya yang Maha Kuasa masih memberikan jalan lain," tutur Maria alias Lidya Pratiwi.

Setelah bebas dari penjara pada 2013, ia sempat mengalami trauma dan tak mudah percaya pada orang lain.

"Pada saat di luar itu ya, serba gimana ya, serba takut ketemu orang. Karena semua orang tahu, udah bukan rahasia umum lagi apa yang menimpa aku dan siapa penyebabnya kan? Karena keluarga adalah lingkungan pertama, garda terdepan buat aku tapi aku karena mereka," jelasnya.

Selama 7 tahun bergulat di lingkungan sosial, Maria pun menuturkan pernah putus asa dan sempat ingin menghakhiri hidupnya.

"Pernah terpikir seperti itu dan pernah berupaya untuk seperti itu. Aku mencoba diam, menenangkan diri dan aku berpikir masa sih, tidak ada kesempatan lagi untuk aku, untuk memulai semuanya. Pelan-pelan aku berusaha optimis, pasti masih ada hari besok yang jauh lebih baik," harapnya sambil berlinang air mata.

Wanita berusia 33 tahun ini lalu bertekad untuk mulai membuka lembaran baru dalam hidupnya.

"Merintis dari dasar, tidak pakai cara-cara instan. Aku melewati semua prosesnya. Tentunya aku akan menjaga pekerjaanku yang aku rintis. Tiba-tiba diambil secara paksa. Dan bukan karena aku melakukan kesalahan dalam pekerjaanku. Tetap rasa sakitnya belum hilang. Apa yang sudah terambil kan tak bisa kembali lagi," tuturnya.

Ia pun siap dengan nama barunya dan lebih berhati-hati dalam melangkah.

"Rasanya terlalu banyak beban yang aku pikul, yang seharusnya tidak menjadi bebanku dengan nama tersebut. Ke depannya dengan nama baruku tersebut, dengan bekal pembelajaran yang lama ini aku akan melangkah dengan hati-hati," pungkas Lidya Pratiwi.

(gaf/hst)