Nama Anak Irish Bella Pakai 1453, Ini Kisah Penaklukan Konstantinopel

Puti Yasmin - wolipop Senin, 21 Sep 2020 17:30 WIB
The full moon rises behind the Byzantine-era Hagia Sophia in the historic Sultanahmet district of Istanbul, early Tuesday, Sept. 1, 2020. Worshipers held the first Muslim prayers in 86 years inside the Istanbul landmark that served as one of Christendoms most significant cathedrals, a mosque and a museum before its conversion back into a Muslim place of worship on July 24, 2020. The conversion of the edifice, has led to an international outcry. (AP Photo/Emrah Gurel) Foto: AP/Emrah Gurel/Ilustrasi Nama Anak Irish Bella Pakai 1453, Ini Kisah Penaklukan Konstantinopel
Jakarta -

Pasangan selebriti Irish Bella dan Ammar Zoni dikaruniai anak pada Jumat (18/9/2020) kemarin. Mereka berdua pun memberikan nama sangat unik kepada sang anak dengan melekatkan angka sebanyak 4 karakter. Nama anak pasangan artis ini Air Rumi Akbar 1453.

Sang ayah, Ammar Zoni menjelaskan 1453 pada nama anak lelakinya itu bukan sembarang angka. Angka tersebut menurut Ammar punya makna yakni merupakan tahun penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih seorang pemimpin Utsmani. Kota ini sekarang bernama Istanbul yang berlokasi di Turki.

"Ada angka di belakang nama anak itu sengaja untuk pengingat, kalau dia sudah besar harus tahu mengenai sejarah islam tentang pemimpin Muhammad Al Fatih yang menaklukkan kota Konstantinopel," ungkap dia dalam wawancara virtual. Ammar berharap agar sang anak selalu ingat sejarah pemimpin Islam tersebut.

Lantas, seperti apa kisah Muhammad Al Fatih dalam menaklukkan Konstantinopel di tahun 1453?

Dikutip dari buku 'Cara Mudah Memahami Sejarah Islam' karya Dr Ahmad Choirul Rofiq, Al Fatih merupakan anak dari seorang Sultan Utsmaniyah bernama Murad II. Pada masa kepemimpinan Al Fatih, ia berhasil membebaskan Konstantinopel dari kekuasaan Kekaisaran Romawi Timur atau Byzantium.

Adapun, upaya pembebasan kota dilakukan dari tanggal 6 April 1453 hingga 50 hari selanjutnya. Pembebasan itu dilakukan dengan menggunakan meriam-meriam besar buatan Insinyur Hungaria, Orban.

Selain itu, Al Fatih juga membawa tentara Utsmaniyah sebanyak 250.000 dan armada laut sebanyak 350-400 kapal. Serangan terakhir pada 29 Mei 1453 dilancarkan sekaligus dari darat dan juga laut.

Akhirnya, Kaisar Constantine XI Palaiologos meninggal dunia dan Konstantinopel terbebas. Muhammad Al Fatih pun memasuki Konstantinopel dan melaksanakan salat di Gereja Hagia Sophia yang kini kembali diubah menjadi masjid.

Al Fatih yang memiliki julukan "Sang Penakluk" juga diketahui mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambul (kota Islam) atau Istanbul. Kota tersebut menjadi pusat pemerintahan hingga saat ini.

Selain itu, Al Fatih juga banyak mendirikan masjid di kota tersebut. Tak lupa, ia membangun makam Abu Ayyub al-Anshari yang merupakan sahabat Rasulullah yang meninggal syahid karena ikut berjuang membebaskan Konstantinopel.



Simak Video "Nurul si Pendongeng Cantik - Sunsilk Hijab Hunt 2019 Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pal)