Berniat Beli Pembalut Untuk Istri, Pria Ini Malah Dipermalukan Sampai Nangis

Vina Oktiani - wolipop Senin, 14 Sep 2020 18:02 WIB
Color portrait of a young man in a shirt and black tie, upset, hands on his face, against plain studio background. Ilustrasi Pria Sedih / Foto: Dok. iStock
Jakarta -

Pembalut adalah salah satu benda yang berkaitan erat dengan wanita. Melihat pria membeli atau memilih-milih pembalut di pusat perbelanjaan mungkin bagi sebagian orang bisa sangat aneh. Bahkan hal itu bisa sampai menimbulkan kecurigaan-kecurigaan negatif, seperti kejadian yang satu ini.

Seperti dikutip dari Mirror, seorang pria mengaku sampai nangis setelah merasa sangat dipermalukan karena hendak membelikan pembalut untuk istrinya. Menurutnya ini adalah pengalaman paling memalukan dalam hidupnya yang membuatnya merasa sangat terhina.

Awalnya pria tersebut mengaku bahwa setelah dirinya selesai bekerja dan hendak pulang ke rumah, sang istri meneleponnya dan memintanya membelikan pembalut sebelum pulang. Agar tidak bingung, pria yang tidak disebutkan namanya itupun meminta sang istri untuk mengirimkan nama serta foto dari pembalut yang biasa dipakai oleh sang istri.

Namun sesampainya pria tersebut di pusat perbelanjaan, dirinya tidak bisa menemukan pembalut sesuai yang diinginkan oleh istrinya. Sang pria pun memutuskan untuk melakukan panggilan video agar istrinya bisa melihat dan memilih pembalutnya secara langsung.

Tidak lama setelahnya, ada seorang wanita yang menghampirinya dan mengatakan bahwa sang pria telah melakukan hal yang tidak terpuji. Wanita tersebut bahkan mengatakan bahwa dia akan melaporkan pria tersebut.

"Sekitar 30 detik kemudian seorang wanita mendatangi saya dan memberi tahu saya bahwa saya melakukan hal yang tidak pantas dan dia akan melaporkan saya. Pikirkan, istri saya sedang berbicara melalui video dengan saya. Saya memberi tahu istri saya untuk mengirimi saya pesan mengenai apa yang ingin dibelinya dan mengakhiri panggilan. Tepat saat istri saya mengirimi saya pesan, seorang pria (manajer toko) dan pegawai wanita mendatangi saya dengan wanita di belakang mereka dan dia bertanya apa yang saya lakukan dan bahwa dia mendapat keluhan bahwa saya berperilaku tidak pantas," jelas sang pria yang tidak disebutkan namanya itu.

Kejadian setelahnya justru lebih membuat sang pria merasa malu. Setelah dirinya berusaha menjelaskan situasi yang terjadi, wanita tersebut malah berteriak padanya dan menuduh sang pria telah berbohong dan memotret wanita tersebut.

"Wanita itu kemudian mulai berteriak bahwa saya memotretnya dan saya berbohong. Saya menunjukkan kepada manajer teks dari istri saya dan saya mengatakan kepadanya bahwa saya hanya ingin membeli pembalut untuk istri saya dan pergi," jelas sang pria.

Wanita tersebut lalu pergi ke depan toko, berteriak, dan mengatakan bahwa toko tersebut perlu memanggil polisi. Menurut sang wanita, pria tersebut harus ditangkap karena dianggap cabul.

Untungnya setelah itu pegawai di pusat perbelanjaan tersebut segera membantu sang pria untuk mencari dan mendapatkan pembalut untuk istrinya. Setelah mendapatakannya, sang pria langsung membayar dan pergi. Tetapi ketika sampai di mobil, dia mengaku tidak bisa menahan tangisnya karena merasa sangat malu.

"Saya tidak pernah merasa lebih malu dan terhina dalam hidup saya. Ketika saya memberi tahu istri saya apa yang terjadi, dia menjadi pucat dan tidak berhenti meminta maaf kepada saya," jelasnya.

(vio/vio)