Baru Melahirkan, Curhat Pilu Istri Dokter yang Meninggal karena Corona

Anggi Mayasari - wolipop Sabtu, 13 Jun 2020 20:00 WIB
Li Wenliang, Dokter Whistle Blower yang Meninggal Tertular Virus Corona Foto: Li Wenliang, Dokter 'Whistle Blower' yang Meninggal Tertular Virus Corona
Jakarta -

Sosok dokter Li Wenliang yang meninggal karena virus corona mencuri atensi pada Februari lalu. Li Wenliang disebut sebagai 'whistle blower' atau dokter pertama yang menemukan virus corona di Wuhan. Dokter berusia 34 tahun ini meninggalkan seorang istri yang saat itu tengah hamil.

Kini, istri dokter Li Wenliang, Fu Xuejie baru saja melahirkan anak kedua pada Jumat (12/6/2020). Sayangnya momen yang seharusnya disambut dengan suka cita ini harus diiringi dengan kesedihan karena dokter Li Wenliang telah meninggal.

Menurut laporan media lokal Litchi News, Fu dan bayinya dalam keadaan sehat. Istri dokter Li Wenliang ini pun menuliskan kalimat haru di media sosial tentang kelahiran bayinya itu.

"Suamiku bisakah kamu melihatnya dari surga? Hadiah terakhir yang kamu berikan kepadaku lahir hari ini. Aku pasti akan merawat mereka," tulis Fu di platform media sosial China, WeChat.

Berita tentang meninggalnya dokter Li Wenliang setelah terinfeksi COVID-19 jadi sorotan dan menyulut kemarahan masyarakat di China. Hal itu disebabkan karena pemerintah dianggap salah dalam awal penanganan wabah ini dengan tak mengindahkan informasi yang telah diberikan oleh Li Wenliang.

Siapakah Li Wenliang?

Li Wenliang adalah seorang dokter di kota Wuhan, China yang merupakan penemu awal untuk pandemi virus corona. Pada akhir Desember, ketika muncul laporan tentang virus baru yang berbahaya di kota, Li Wenliang mengirim SMS kepada sesama alumni fakultas kedokteran yang memperingatkan mereka tentang berita tersebut.

"Saya hanya ingin mengingatkan teman-teman sekelas universitas saya untuk berhati-hati," katanya kepada CNN pada bulan Februari.

Segera setelah itu, Li Wenliang menjadi sasaran bagi polisi Wuhan yang menuduhnya menyebarkan berita bohong dan membuat kecemasan di tengah masyarakat. Ia pun dipaksa untuk menandatangani pernyataan mengakui kesalahan dan berjanji untuk tidak melakukan penelitian lebih lanjut dan tindakan yang melanggar hukum.

Pada awal Februari, Li Wenliang dinyatakan positif terkena virus. Ia meninggal kurang dari seminggu kemudian dan memicu gelombang kesedihan, kemarahan masal, yang menyerukan tentang kebebasan berbicara dan akuntabilitas pemerintah yang langka.



Simak Video "Ilmuwan Ungkap Cara Paling Aman Bercinta di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(agm/eny)