Meghan Markle Akhirnya Buka Suara Soal Kematian George Floyd

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 04 Jun 2020 18:01 WIB
CAPE TOWN, SOUTH AFRICA - SEPTEMBER 24: Meghan, Duchess of Sussex visits Auwal Mosque on Heritage Day with Prince Harry, Duke of Sussex during their royal tour of South Africa on September 24, 2019 in Cape Town, South Africa. Auwal Mosque is the first and oldest mosque in South Africa and for the Muslim community, this mosque symbolises the freedom of former slaves to worship. (Photo by Tim Rooke - Pool/Getty Images) Meghan Markle (Foto: Getty Images)
Los Angeles -

Setelah sempat bungkam, Meghan Markle akhirnya angkat bicara soal kematian George Floyd yang menimbulkan gelombang protes di berbagai penjuru Amerika Serikat. Istri Pangeran Harry itu mengaku sempat ragu untuk bersuara.


Meghan Markle menyinggung isu yang sedang hangat tersebut saat memberikan pidato virtual kelulusan murid-murid Immaculate Heart High School, Los Angeles. Meghan pernah menimba ilmu di sekolah tersebut dari usia 11 sampai 18 tahun.


"Apa yang terjadi di negara kita dan negara bagian kita dan kota kita LA... aku tadinya tak yakin apa yang mau aku katakan kepada kalian," ungkap Meghan saat mengawali pidatonya di video berdurasi enam menit tersebut, seperti dikutip Essence.

CAPE TOWN, SOUTH AFRICA - SEPTEMBER 23: Meghan, Duchess of Sussex and Prince Harry, Duke of Sussex visit The Justice Desk on September 30, 2019 in Cape Town, South Africa. The Justice Desk initiative teaches children about their rights and provides self-defence classes and female empowerment training to young girls in the community.  (Photo by Ian Vogler - Pool/Getty Images)Meghan Markle dan Pangeran Harry saat berkunjung ke Afrika Selatan. (Foto: Ian Vogler - Pool/Getty Images) Foto: Getty Images



Mengaku sempat bimbang, Meghan Markle akhirnya tersadar bahwa menutup mulut tak akan pernah menyelesaikan masalah.
"Aku ingin mengatakannya dengan benar. Aku sadar bahwa salah itu kalau kita diam karena hidup George Floyd sangat berarti, begitu pula Breonna Taylor dan Philando Castile," ujar Meghan punya darah Afrika-Amerika dari ibunya.

Seperti George Floyd, nama-nama yang disebut Meghan adalah warga kulit hitam yang tewas di tangan polisi beberapa tahun terakhir.

Keputusan untuk bersuara datang ketika Meghan teringat pada perkataan salah satu gurunya di sekolah tersebut. "Ibu Pollia pernah bilang, 'Selalu ingat untuk mengutamakan kepentingan orang lain ketimbang ketakutan diri sendiri.' Aku selalu ingat perkataannya dan semakin memikirkannya lagi pekan lalu," ungkap Meghan.

Sebelumnya, Meghan Markle dan Pangeran Harry dikritik lantaran bungkam soal isu kemanusiaan yang sedang menghangat di AS. Padahal, aksi protes juga terjadi di kota Los Angeles, tempat mereka berdomisili sementara setelah 'keluar' dari Kerajaan Inggris.

BERKSHIRE, ENGLAND - MAY 18:  Meghan Markle and her mother, Doria Ragland arrive at Cliveden House Hotel on the National Trust's Cliveden Estate to spend the night before her wedding to Prince Harry on May 18, 2018 in Berkshire, England.  (Photo by Steve Parsons - Pool / Getty Images) Meghan Markle dan ibunya, Doria Ragland. (Foto: Steve Parsons/Getty Images)



Di media sosial, warganet mempertanyakaan keberadaan sang Duke dan Duchess of Cambridge. Fakta bahwa Meghan Markle adalah seorang keturunan Afrika-Amerika semakin mengecewakan mereka.

"Meghan Markle tak pernah berbicara apapun tentang ini dan itu sangat menggangguku," kata seorang pengguna Twitter. Ada pula yang menulis, "Bertanya-tanya kenapa Meghan Markle dan Pangeran Harry sangat diam tentang rasisme yang terjadi di AS?"



Simak Video "Pangeran Harry dan Meghan Markle Mundur dari Keluarga Kerajaan"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)