Reporter Asia Alami Pelecehan Saat Siaran Langsung, Diminta Pergi dari AS
Sentimen anti Asia telah meningkat secara dramatis sejak awal pandemi COVID-19. Orang-orang Asia kerap mengalami diskriminasi dan rasisme karena dianggap sebagai penyebar virus corona. Salah satunya seperti dialami oleh reporter ini yang jadi target untuk komentar rasis saat tengah siaran langsung.
Reporter CNN, Natasha Chen mengungkapkan ia menjadi target utama untuk komentar rasis saat melaporkan berita di South Carolina, Amerika Serikat, minggu lalu. Menurut laporan CNN International, Chen saat itu sedang berada di Pantai Myrtle untuk melaporkan berita secara langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kemudian didekati oleh seorang pria tak dikenal yang mengenakan masker dan berteriak-teriak padanya. Chen pun diminta keluar dari Amerika Serikat.
"Saya memakai masker setelah syuting siaran langsung, melakukan wawancara lain, dan seseorang meneriaki kami, tidak senang dengan liputan kami. Kemudian dia berteriak agar saya keluar dari negara ini dan saya harus bertanggung jawab atas virus ini," cerita Chen.
Natasha Chen alami pelecehan rasis saat siaran langsung Foto: dok. Twitter |
Terlepas dari insiden rasisme yang ia alami, Chen mengungkapkan bahwa sebagian besar pengunjung pantai yang dia ajak bicara selama wawancaranya sangat baik dan ramah.
Chen bukanlah satu-satunya jurnalis yang mengalami diskriminasi dan komentar xenophobic (ketidaksukaan pada orang asing). Sebelumnya, Sima Kotecha, seorang jurnalis BBC mengungkapkan bagaimana dirinya harus membatalkan siaran langsung tentang virus Corona setelah menerima pelecehan rasis dari seorang pria, sesaat sebelum dirinya akan tampil. Sima saat itu akan mulai syuting di Leicester, Inggris untuk program berita khusus BBC untuk COVID-19 ketika seorang pria mulai meneriakkan kalimat pelecehan.
Orang keturunan China maupun Asia kerap menjadi korban rasisme akibat merebaknya virus Corona di berbagai negara. Mereka dianggap sebagai 'pembawa virus' karena seperti diketahui, Wuhan, China, merupakan pusat di mana virus yang menyerang sistem pernapasan itu berasal. Sejak Januari, dilaporkan tidak sedikit orang China atau mereka yang berparas oriental secara fisik mendapat perlakuan rasis.
(agm/agm)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Beauty Influencer China Lunasi Utang Rp 900 Juta, Dituduh Pura-pura Lumpuh
Jessie Buckley Ungkap Alasan Suami Tak Pernah Menemaninya di Karpet Merah
Bocoran Film Jun Ji Hyun & Ji Chang Wook, Lawan Teror Zombie di Colony
Sinopsis Cabin Fever 3: Patient Zero di Bioskop Trans TV
Zhao Lusi Kembali Akting Setelah Hiatus karena Depresi, Ungkap Rencana di 2026
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal












































