Artis Banyak di Rumah, Paparazzi Sulit Dapat Penghasilan Akibat Corona

Hestianingsih - wolipop Jumat, 17 Apr 2020 18:44 WIB
Aksi paparazzi mengambil gambar supermodel Kate Moss. Foto: Getty Images/Stuart C. Wilson
Jakarta -

Paparazzi menjadi profesi yang ikut terkena imbas pandemi virus Corona. Sebelum COVID-19 merebak, memotret selebriti secara candid atau sembunyi-sembunyi jadi sumber penghasilan mereka.

Namun akibat virus Corona, pendapatan mereka menurun drastis. Kini dengan diberlakukannya social distancing dan berbagai klub maupun restoran ditutup, tak banyak lagi selebriti keluar rumah untuk pesta atau sekadar hang out. Padahal keberadaan selebriti di tempat umum jadi andalan para paparazzi untuk mengumpulkan pundi-pundi uang.

Kalaupun ada selebriti yang keluar rumah rata-rata mereka berpakaian seadanya. Mengenakan training, sweater, jaket hoodie, kacamata hitam dan masker. Bukanlah sebuah pemandangan menarik dan cenderung membosankan.


"Setiap foto mereka memakai kacamata hitam dan masker sekarang ini... cuma itu foto-foto yang bisa didapatkan. Bukan situasi yang menarik dilihat," kata Randy Bauer, pendiri agen foto selebriti Bauer-Griffin, seperti dikutip dari AFP.

Randy mengungkapkan hasil jepretan paparazzi yang memburu foto selebriti menurun hingga 95 persen, hanya beberapa hari setelah aturan #dirumahaja diberlakukan. Dari 7.000 foto sebulan turun drastis menjadi 500.

Aksi paparazzi mengambil gambar Orlando Bloom dan Miranda Kerr.Aksi paparazzi mengambil gambar Orlando Bloom dan Miranda Kerr. Foto: Getty Images/Pascal Le Segretain


"Itu pun kalau lagi beruntung. Semuanya berubah 180 derajat," katanya.

Menurut Randy yang kini mempekerjakan 20 fotografer, permintaan foto candid selebriti oleh media massa sebenarnya tidak berkurang. Namun ketersediaan foto yang sulit dipenuhi.

Aksi paparazzi mengambil gambar Liam Gallagher.Aksi paparazzi mengambil gambar Liam Gallagher. Foto: Getty Images/Jeff J Mitchell


"Pahit memang, karena permintaan (foto candid selebriti) tetap ada, tapi tidak ada suplai!" tuturnya.

Seorang paparazzi bernama Mark Karloff, juga merasakan dampaknya. Bicara di salah satu episode 'Paparazzi Podcast', dia mengakui paparazzi juga jadi kelompok pekerja yang kehilangan pendapatan akibat virus Corona.

"Orang-orang mungkin akan bersorak untuk kami, kau tahu, paparazzi sedang kesulitan. Tapi kami juga pria berkeluarga, punya anak, punya keluarga, dan kami pun manusia," pungkasnya.



Simak Video "Wajah Glowing Jennifer Lopez Dituding Penuh Botoks"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)