Curhat Kesal Sopir Bus Sebelum Meninggal karena COVID-19, Penumpang Batuk

Anggi Mayasari - wolipop Minggu, 12 Apr 2020 12:12 WIB
Jason Hargrove Jason Hargrove. Foto: Facebook
Detroit -

Sopir bus di Detroit, Amerika Serikat, Jason Hargrove berbagi video di Facebook beberapa hari sebelum dirinya meninggal karena COVID-19. Jason mengungkapkan kekesalannya pada para penumpang yang tak menganggap virus Corona sebagai masalah yang serius dan menyayangkan mereka batuk tanpa menutup mulutnya.

"Agar kita bisa melewati ini dan menyelesaikan ini, kalian harus menganggap ini serius," kata Jason dengan sumpah serapah dilontarkannya. "Ada orang yang sekarat di sini," ujarnya.

"Sekitar 8 atau 9 orang di dalam bus dan dia berdiri di sana dan batuk serta tidak pernah menutup mulutnya," ungkap Jason pada video Facebook berdurasi delapan menit.

Jason pun menjelaskan bahwa pekerjaannya itu memang berisiko. Namun ia berharap agar penumpangnya bisa memiliki kesadaran diri dan etika di tengah pandemi corona ini.

"Kami di sini sebagai pekerja publik berusaha melakukan pekerjaan kami, berusaha mencari nafkah yang jujur, berusaha merawat keluarga kami, tetapi bagi Anda untuk naik bus dan berdiri di bus, dan batuk beberapa kali tanpa menutupi mulut, Anda tahu bahwa kita berada di tengah pandemi," tuturnya.

Jason Hargrove dan istrinya, Desha JohnsonJason Hargrove dan istrinya, Desha Johnson Foto: Facebook

Empat hari setelah Jason berbagi video kekesalannya, ia jatuh sakit. Menurut laporan Abc News, sopir bus ini meninggal karena komplikasi dari COVID-19.

Tidak diketahui dengan pasti apakah Jason terjangkit virus corona karena penumpang yang batuk tersebut. Tapi, istri Jason menyebutkan bahwa penumpang yang batuk tersebut menempatkan suaminya pada risiko yang lebih besar.

"Ketika dia pulang, dia sangat tertekan, dia melepaskan pakaiannya. Dia membicarakannya dan terus berkata 'Sayang, aku sangat marah'. Dan aku terus berusaha menenangkannya," cerita Desha Johnson, istri Jason.

Ibu enam anak ini pun mengakui sangat mengkhawatirkan suaminya dan takut karena Jason setiap hari bekerja sebagai sopir bus dan mengharuskannya berinteraksi secara fisik dengan publik. Namun, akhirnya ia harus merelakan suaminya yang meninggal karena virus corona meskipun sangat menyakitkan.

"Aku memohon pada semua orang jika kamu tidak harus keluar, tolong patuhi perintah untuk di rumah saja. Ini bukan permainan. Ini bukan lelucon. Aku merindukan suamiku, dan anak-anakku tidak memiliki ayah lagi. Ini serius. Jadi tolong, orang-orang, aku mohon padamu. Jangan biarkan kematian suamiku sia-sia," jelas Desha



Simak Video "Mereka yang Ikut Dibikin 'Sesak Napas' Akibat Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(agm/agm)