Melania Minta Semua Orang Pakai Masker, Donald Trump: Aku Tak Melakukannya

Hestianingsih - wolipop Selasa, 07 Apr 2020 11:07 WIB
Indias Prime Minister Narendra Modi (R) speaks with US President Donald Trump (C) and First Lady Melania Trump (L) upon their arrival at Sardar Vallabhbhai Patel International Airport in Ahmedabad on February 24, 2020. (Photo by Mandel NGAN / AFP) Foto: Getty Images/Tasos Katopodis
Jakarta -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan imbauan untuk memakai masker kain bagi mereka yang sehat saat keluar rumah demi mencegah penyebaran virus corona. Ibu Negara AS Melania Trump pun mengampanyekan pemakaian masker kain atau masker non-medis di tempat umum.

Lewat akun Twitter resmi FLOTUS, Melania Trump meminta semua orang melakukan social distancing dan mengenakan masker dengan benar. Sebab COVID-19 sangat cepat menyebar dan masyarakat harus kompak agar penyakit ini bisa segera dikendalikan.

"As the weekend approaches I ask that everyone take social distancing & wearing a mask/face covering seriously. #COVID19 is a virus that can spread to anyone - we can stop this together," tulisnya.

Namun apa yang dilakukan Melania Trump ternyata kontras dengan sang suami, Presiden AS Donald Trump. Pria 73 tahun ini justru menolak memakai masker kain, setidaknya untuk sekarang ini.

"Sepertinya saya tidak akan melakukannya. Pakai masker saat saya menjamu para presiden, perdana menteri, diktator, raja, ratu - Saya tidak melihatnya seperti itu," ujar Donald Trump saat konferensi pers Jumat (3/4/2020) lalu, seperti dilansir Refinery 29.

Menurutnya memakai masker merupakan tindakan 'sukarela' dan tidak diwajibkan. Donald Trump, memilih tidak mengikuti imbauan CDC maupun WHO.

"Anda boleh melakukannya. Anda tidak perlu melakukannya. Saya memilih untuk tidak melakukannya. Tapi beberapa orang mungkin mau mengikutinya, dan itu boleh-boleh saja. Mungkin itu sesuatu yang bagus. Mungkin akan -- mereka kan membuat rekomendasi. Hanya rekomendasi, sukarela," tuturnya.

Pernyataan kontroversial Donald Trump ini bertentangan dengan anjuran WHO dan CDC. Penggunaan masker kini tak hanya disarankan untuk mereka yang sedang sakit. Semua warga yang keluar rumah diminta menggunakan masker demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

WHO awalnya menyarankan penggunaan masker hanya untuk mereka yang sakit. Namun, kini semua orang diharuskan memakai masker sebagai tindakan preventif.

Masker kain memang tidak bisa melindungi orang yang sehat dari paparan virus corona. Cara paling efektif untuk mencegah tertular COVID-19 adalah dengan rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air serta menghindari menyentuh wajah.

Namun pemakaian masker kain bisa mencegah carrier atau orang dengan virus corona tak bergejala menulari orang lain saat beraktivitas di tempat umum. Memakai masker kain diklaim bisa menekan penularan COVID-19 hingga 70 persen.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan bahwa masker kain maksimal digunakan selama 4 jam. Masker dapat digunakan kembali setelah dicuci bersih menggunakan sabun. Dia juga menegaskan bahwa masker bedah atau masker medis dan masker N95 hanya untuk petugas medis.



Simak Video "Kesalahan-kesalahan yang Sering Dilakukan saat Pakai Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/ami)