Kisah Wanita Terjebak di India, Diludahi dan Disebut Bule Pembawa Corona

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 03 Apr 2020 14:41 WIB
dawn Hardwick Ilustrasi Lockdown di India. Foto: Getty Images
Jakarta -
Seorang wanita menceritakan pengalaman tidak menyenangkannya dengan pandemi virus Covid-19 yang tengah jadi musuh dunia. Tidak tertular atau mengalami gejala-gejala Corona tapi virus tersebut membuatnya terjebak di India. Wanita asal Inggris itu tak bisa pulang karena larangan penerbangan. Di sana, ia pun dihujat penduduk setempat yang meneriaki, meludahi hingga menyebutnya bule pembawa virus.

Wanita bernama Dawn Hardwick tengah liburan bersama anaknya yang berusia enam tahun ke India ketika virus Corona menjadi isu dunia. Mengetahui penerbangan akan ditutup, mereka pun berniat untuk pulang dengan British High Commission di New Delhi. Tidak diterima pemerintahnya sendiri ia lalu berniat untuk ikut misi penyelamatan pemerintah Jerman. Dan saat itu lah Dawn mengalami pengalaman tak terlupakan.

Sebelum memutuskan untuk pergi dari India, wanita 50 tahun itu mulai merasakan bahwa mood masyarakat berubah menjadi pahit karena mereka curiga orang asing membawa virus.

"Atmosfernya berubah seketika. Aku sudah sering liburan ke India bertahun-tahun dan selalu merasa disambut. Tapi untuk pertama kalinya, aku tidak disambut. Orang-orang berteriak di depan wajahku, memanggil kami 'orang asing virus Corona'. Seorang pria meludahi kami," kata Dawn.

dawn Hardwickdawn Hardwick Foto: BBC
Ibu tunggal itu tentu merasa ketakutan terlebih ia juga membawa anaknya. Ia pun berusaha untuk menertawakan keadaan itu agar anaknya tidak takut. "Itu mengintimidasi dan menakutkan tapi aku harus berpura-pura untuk Rosie. Aku tertawa dan mengatakan padanya mereka hanya bercanda,"

"Kami kembali ke tempat akomodasi kami dan aku tahu kami harus keluar dari Jaisalmer karena keadaan jadi intens," cerita Dawn yang kemudian naik taksi ke Jodhpur selama lima jam.

Singkat cerita Dawn akhirnya sampai di Jodhpur dan menginap di sebuah hotel sampai mereka bisa naik taksi lagi ke Pushkar keesokan harinya. Ia pun berharap bisa booking pesawat ke Delhi tapi penerbangan domestik sudah tidak diperkenankan.

"Rosie tidur dan aku berdiri di balkon menangis sambil minum secangkir teh. Aku hanya tidak merasa aman. Keadaan berubah dari buruk menjadi terburuk," katanya.

Karena India mulai menerapkan lockdown, Dawn menelepon polisi agar bisa diperkenankan untuk pergi lewat jalur darat. Saat itu Kedutaan Inggris juga tidak bisa membantu bahkan mengangkat teleponnya. Dawn lalu naik taksi sembilan jam menuju Delhi. Ketika itu, ia pun menyaksikan sendiri jalanan yang kosong dan polisi memukuli orang-orang dengan stik karena bepergian saat lockdown.

dawn Hardwickdawn Hardwick Foto: BBC
"Aku harus membuat Rosie menunduk supaya dia tidak melihat apa-apa,"

Sesampainya di Delhi,sayangya British High Commission ditutup dan bandara penuh dengan turis yang ingin pulang ke negara masing-masing. Melalui seorang teman ia pun mengetahui bahwa Kedutaan Jerman punya misi penyelamatan. Ketika bilang Dawn sendirian dengan anak kecil, ia diperbolehkan untuk ikut. Untungnya, dari situ semua berjalan lancar dan mereka bisa pulang ke London melalui Frankfurt.




Simak Video "Bikin Haru! Sepasang Dokter Rela Tunda Nikah Demi Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)