Balasan Inspiratif Ibu yang Anaknya Di-bully Kena Corona karena Etnis China

Anggi Mayasari - wolipop Jumat, 03 Apr 2020 10:28 WIB
Rebecca Wen Foto: dok. Good Morning America
New Jersey -

Hati ibu mana yang tak hancur melihat anaknya menangis karena dibully oleh teman-teman sekelasnya. Perasaan sedih dan kesal itulah yang dirasakan Rebecca Wen ketika melihat putranya menangis karena dibully oleh teman-temannya hanya karena buah hatinya orang Asia.

Putra Wen menangis dan mengatakan kepadanya bahwa ia merasa malu karena orang mengira ia terinfeksi virus Covid-19 hanya karena etnis China-nya. Hati Wen pun merasa hancur melihat efek yang ditimbulkan dari perbuatan teman-teman sekolah putranya.

Wanita China-Amerika ini menahan amarahnya dan memutuskan untuk menjadikan peristiwa itu momen pembelajaran bagi putranya. Ia dan putranya pun mencari tahu lebih dalam tentang Covid-19 dan mendiskusikan fakta tentang pandemi tersebut.

Seperti dikutip dari Good Morning America, Wen dan putranya yang berusia sembilan tahun ini mengetahui bahwa penyakit ini berasal dari Wuhan, China dan ditularkan melalui tetesan pernapasan. Berdasarkan apa yang mereka baca dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, etnis seseorang tidak ada hubungannya dengan tertular penyakit.

Sayangnya, ketika penyakit ini menyebar secara global, laporan pelecehan dan serangan terhadap orang-orang keturunan Asia menjadi semakin sering terjadi di banyak negara di dunia. Wen kemudian melihat dampaknya dan menduga bahwa anak-anak lain sebenarnya dapat mengambil manfaat dari apa yang telah mereka pelajari.

"Kami tinggal di sebuah kota yang 27% Asia-Amerika, jadi saya berpikir ini mungkin bukan satu-satunya yang terjadi. Aku bertaruh anak-anak Asia-Amerika lain di komunitas kita juga berurusan dengan ini," kata Wen.

Wanita yang tinggal di New Jersey ini kemudian menghubungi guru putranya, Stacie Oliveri untuk menyarankan cara untuk mengubah situasi menjadi momen pengajaran yang kuat bagi siswa lain. Oliveri setuju bahwa itu adalah pelajaran yang harus dibagikan kepada siswa di seluruh kelas.

Oliveri menyusun pelajaran khusus yang menjelaskan apa itu virus corona dan bagaimana vaksin bekerja. Dia kemudian berbagi bahwa belum ada vaksin untuk Covid-19 dan menyoroti pentingnya tetap mendapat informasi tentang bagaimana mencegah penyebarannya. Ketika pertanyaan-pertanyaan dari kelasnya yang aneh mulai mengalir, dia dengan cepat menanggapi mereka dengan fakta.

"Seseorang bertanya, 'Bukankah semua orang China terinfeksi ini?' Dan yang lain akan berkata, 'Mereka menulari kami dan ayah saya mengatakan tidak makan makanan China,'" kata Oliveri.

"Jadi saya akan menjelaskan kepada mereka 'apa yang baru saja kita pelajari? Itu bukan cara kerjanya. Ngomong-ngomong, saya makan makanan China tadi malam dan saya merasa baik-baik saja'" jelasnya.

Oliveri menunjukkan bahwa beberapa kebingungan yang dia temukan pada siswa berasal dari informasi yang salah yang mungkin diabadikan oleh orang tua mereka di rumah. Dia mencatat bahwa dia sendiri frustrasi ketika banyak orang dewasa di Facebook yang berbagi posting xenophobia.

Murid-murid di kelas Oliveri dilaporkan memahami pembelajaran yang diberikannya. Ia juga mendesak anak-anak untuk membagikan apa yang mereka pelajari dengan orang lain agar tak lagi terjadi rasisme pada etnis China di tengah pandemi corona ini.



Simak Video "Tahu Nggak Sih? Ini Daya Tahan Virus Corona di Berbagai Benda"
[Gambas:Video 20detik]
(agm/eny)