Penyanyi Wanita Diburu Pangeran Arab karena Bikin Lagu Hina Mekah

Anggi Mayasari - wolipop Selasa, 03 Mar 2020 16:13 WIB
Asayel Slay Asaley Slay. Foto: screenshot youtube
Jakarta -

Penyanyi wanita Arab Saudi Asayel Slay jadi kontroversi atas lagunya yang berjudul Bint Mecca atau Girl from Mecca. Video musik lagu itu diklaim menyinggung kota suci Mekah, yang diyakini sebagai tempat kelahiran Nabi Muhammad.

Pangeran Khalid bin Faisal dari Mekah pun telah memerintahkan untuk menangkap Asayel Slay. Pada sebuah tweet, pemerintah daerah Mekah pun mengeluarkan perintah terkait lagu Bint Mecca yang dinyanyikan Asayel Slay.

"Pangeran Khalid bin Faisal dari Mekah telah memerintahkan penangkapan orang-orang yang bertanggung jawab atas lagu rap Bint Mecca, yang menyinggung adat dan tradisi masyarakat Mekah, dan bertentangan dengan identitas dan tradisi penduduknya yang terhormat," tulis tweet tersebut.



Menurut laporan Al Jazeera, pihak berwenang juga telah memerintahkan agar tim produksi di belakang video musik Asayel Slay dituntut. Seperti apa lirik lagu Bint Mecca yang dinyanyikan Asayel Slay?

"Hanya seorang gadis Mekah yang kamu butuhkan. Jangan membuatnya marah, dia akan menyakitimu," begitu penggalan lirik yang dinyanyikan rapper Arab, merujuk bahwa wanita dari Mekah lebih kuat dan cantik daripada wanita di Arab Saudi lainnya.

"Dengan dia, kamu dapat menyelesaikan sunnah (menikah). Hidupmu dengannya akan menjadi surga," tambah Asayel Slay di lagunya itu.





Meskipun kini lagu Bin Mecca telah dihapus dari saluran YouTube, video tersebut masih muncul di platform lain di media sosial. Video musik itu pun mendapat kritik luas secara online. Banyak pengguna Twitter tidak menganggap Asayel Slay sebagai gadis Mekah karena ia diduga keturunan Eritrea dan berkulit gelap.

"Cukup dengan kebobrokan ini. Saya berharap hukuman untuk wanita Afrika ini akan dipenjara kemudian mendeportasinya kembali ke negaranya," kritik netizen.



Namun, tak sedikit pengguna Twitter juga membela Asayel Slay. Mereka menganggap kritik tentang Ayasel di media sosial yang kritis terhadap warna kulit dan etnisitasnya adalah rasis.



Simak Video "Disebut Tak Menghormati Arab Saudi, Bella Hadid Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
(agm/eny)