Air Mata Vanessa Bryant Mengenang Kobe Bryant dan Putri Mereka

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 25 Feb 2020 11:33 WIB
Vanessa Bryant wipes her face after speaking at a celebration of life for her husband Kobe Bryant and daughter Gianna Monday, Feb. 24, 2020, in Los Angeles. (AP Photo/Marcio Jose Sanchez) Vanessa Bryant menangis saat mengenang suaminya, Kobe Bryant. (Foto: AP Photo/Marcio Jose Sanchez)
Los Angeles -

"Tuhan tahu mereka tak dapat dipisahkan. Dia harus membawa mereka pulang bersama ke surga."

Demikian petikan kata-kata Vanessa Bryant kala mengenang mendiang suaminya, legenda NBA Kobe Bryant, dan putri mereka, Gianna Bryant, di acara bertajuk 'Celebration of Life' di Staples Center, Los Angeles, AS, pada Senin (24/2/2020) waktu setempat, atau Selasa pagi WIB.

'Celebration of Life' digelar untuk mengenang kepergian Kobe dan Vanessa Bryant yang tewas dalam kecelakaan helikopter bulan lalu. Ribuan orang memadati Staples Center yang menjadi 'rumah' bagi Kobe sebagai pemain LA Lakers, untuk memberikan penghormatan terakhir mereka bagi sang Black Mamba.

Sorotan pun langsung tertuju pada Vanessa Bryant ketika diminta untuk berpidato di panggung. Ini adalah kali pertama perempuan 37 tahun itu berbicara di hadapan publik menyusul kecelakaan nahas yang merenggut nyawa suami dan putri keduanya serta tujuh orang lain.

Air Mata Vanessa Bryant Mengenang Kobe Bryant dan Putri MerekaFoto: AP Photo/Marcio Jose Sanchez



Berbicara selama hampir 20 menit, Vanessa Bryant memulai pidatonya dengan bercerita tentang Gigi, panggilan sayangnya untuk Gianna.

Ia mendeskripsikan putrinya yang berusia 13 tahun itu sebagai anak yang baik hati, pengertian dan berperilaku manis. Teringat oleh Vanessa momen ritual ciuman pagi yang dikiranya terlewatkan oleh Gigi.

"Saya pikir dia pergi ke sekolah tanpa memberi ciuman. Saya kirim pesan dan bilang, 'Tidak ada ciuman?' Lalu dia membalas, 'Mama, aku tadi menciummu. Tapi Mama masih tidur dan aku tidak mau membangunkanmu'," kenang Vanessa.

Salah satu hal terpedih yang Vanessa rasakan adalah tak dapat melihat Gigi bertumbuh menjadi perempuan yang hebat.

"Aku tidak akan pernah melihat putriku berjalan menuju altar, lalu menari bersama ayahnya dan aku, serta memiliki anak sendiri," ungkapnya. Vanessa yang tadinya tampak tegar tak dapat lagi membendung air matanya.

"Gianna pasti akan menjadi ibu yang luar biasa. Dia sudah terlihat keibuan sejak masih kecil," katanya lagi. Tampak Jennifer Lopez dan beberapa tamu undangan lainnya ikut menangis mendengar Vanessa mengenang putrinya.

Air Mata Vanessa Bryant Mengenang Kobe Bryant dan Putri MerekaMendiang Kobe Bryant dan keluarga (Foto: AP Photo)



"Sekarang untuk belahan jiwaku. Kobe dikenal sebagai atlet yang sangat kompetitif di lapangan basket. Terhebat dalam sejarah, seorang penulis, pemenang Oscar dan Black Mamba. Tapi buat aku, dia adalah KobKob, Boo-Boo, my Bae-Boo, dan papi chulo-ku," kata Vanessa sambil tersenyum.

"Aku tak bisa melihatnya sebagai seorang selebriti atau pemain basket yang hebat. Dia hanyalah seorang suami yang manis dan ayah yang hebat bagi anak-anaknya. Dia milikku dan dia segalanya buatku," kenang Vanessa.

Ia sempat mengungkit soal pertemuan pertama mereka. Vanessa adalah pacar dan cinta pertamanya. Sebagai sepasang sejoli, keduanya tak dapat terpisahkan.

"Aku ingin semua putriku mengingat Kobe sebagai ayah dan suami yang hebat. Seseorang yang ingin mengajarkan generasi berikutnya untuk menjadi lebih baik," ujar Vanessa.

'Celebration of Life' juga diisi dengan pidato perpisahan dari rekan Kobe sesama legenda NBA, seperti Shaquille O'Neal dan Michael Jordan. Mereka pun tak dapat menahan air mata ketika mengenang Kobe.

Suasana semakin syahdu dengan penampilan dari Beyonce dan Christina Aguilera yang menyumbangkan suara merdu mereka di acara tersebut.



Simak Video "Kegiatan #dirumahaja: Bikin Kerajinan Oshie Khas Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)