Miris, Pria Sakit Perut Ditolak Berobat di Klinik Karena Berasal dari China

Vina Oktiani - wolipop Jumat, 14 Feb 2020 18:02 WIB
ilustrasi sakit Ilustrasi pria sakit. Foto: thinkstock
Jakarta -

Virus Corona yang berasal dari Wuhan, China telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Akibat virus tersebut, orang-orang yang berasal dari China ikut terkena imbasnya. Salah satunya seorang pria asal China yang tinggal di Singapura ini.

Seperti dikutip dari World of Buzz, seorang pria berusia 31 tahun itu mengaku mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan saat dia mengunjungi sebuah klinik untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Berasal dari China, pria yang bernama Pang itu sudah bekerja sebagai staff di sebuah supermarket dan tinggal di Singapura sejak dua tahun yang lalu.

Pada tanggal 10 Februari 2020, Pang mengaku mengalami sakit perut di tengah malam. Pang lalu memutuskan untuk pergi ke dokter klinik 24 jam yang berada di Jurong West Road 1.

"Saat saya sampai di klinik, saya menyerahkan kartu medis dan izin kerja saya sesuai dengan instruksi. Namun staf klinik tersebut menyuruh saya pergi setelah dia melihat kartu izin kerja saya," kata Pang.

Pang mengatakan dia sebenarnya dapat mengerti jika staf klinik tersebut menolaknya karena dia dianggap memiliki gejala-gejala terjangkit virus Corona. Namun kenyataannya, staf klinik itu bahkan sama sekali tidak mengecek suhu tubuhnya atau menanyakan kondisinya. Menurut penuturan Pang, staf klinik itu malah menyuruhnya untuk pulang dan mengatakan bahwa keadaannya akan membaik keesokan harinya. Pang sendiri mengaku tidak memiliki gejala yang berkaitan dengan virus Corona seperti batuk, pilek ataupun demam.

Pang memang berasal dari Jiangsu, China. Namun dia sudah lama tidak pulang kampung, bahkan pada saat Imlek kemarin pun dia berada di Singapura. Dia terakhir kali mengunjungi China pada tahun lalu.

"Terakhir kali saya kembali ke China adalah bulan September tahun lalu, dan saya tinggal di kampung halaman saya selama lebih dari 10 hari sebelum kembali bekerja di Singapura tanpa masalah," kata Pang.

Walaupun akhir-akhir ini negara China tengah mendapatkan perhatian lebih akibat kehadiran virus Corona yang mematikan, namun bukan berarti kita dapat begitu saja mengacuhkan orang-orang yang berasal dari China. Orang-orang ini tetap berhak untuk mendapatkan perlakuan seperti layaknya pasien-pasien pada umunya. Bagaimana menurutmu?



Simak Video "Tahu Nggak Sih? Ini Daya Tahan Virus Corona di Berbagai Benda"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/vio)