Wanita Ini Dituduh Bohong Soal Kuliah di Harvard hingga Masuk Time Magazine

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 19 Nov 2019 14:42 WIB
Foto: Instagram @minatrinitychang Foto: Instagram @minatrinitychang

Jakarta - Mantan senior staf Presiden AS Donald Trump, Mina Chang, dituduh memalsukan resumenya. Wanita tersebut dituding berbohong mengenai dirinya yang kuliah di Harvard, tampil di sampul majalah Time hingga memegang posisi di PBB. Wanita yang dulu menjabat sebagai sekretaris asisten Biro Operasi Konflik dan Stabilitas Departemen Luar Negeri tersebut pun kini telah resign.

Beberapa hal yang dituduhkan pada Mina Chang adalah pemalsuan bahwa ia adalah alumni Harvard Business School dan lulusan program Army War College. Dikatakan bahwa Mina hanya membesar-besarkan karena cuma mengikuti kursus tujuh hari pada 2016. Sedangkan pada Army War College, ia hanya menjalani empat hari seminar.

Pada 2014, Mina menjelaskan dalam video bahwa ia bekerja untuk sebuah organisasi nonprofit Linking The World yang membangun sekolah di Afganistan, Myanmar, Haiti, dan Kenya. Namun investigasi tidak menemukan informasi mengenai hasilnya.

Prestasi lain Mina Chang yang dituduh hanya kebohongan belaka adalah ia pernah ditunjuk oleh PBB untuk menjadi pakar panel untuk 'Kendaraan Udara Tak Berawak dalam Respon Kemanusiaan'. Tapi lagi-lagi tidak ditemukan buktinya. Begitu pula sebuah foto yang pernah muncul dan menunjukkan Mina menjadi sampul majalah Time yang kemudian ditemukan palsu.

Tuduhan pemalsuan sejumlah hal tersebut merupakan hasil investigasi NBC News. Seminggu setelahnya, Mina Chang memutuskan untuk resign dari jabatan. Ia sendiri telah mengelak tudingan-tudingan tersebut dan menyampaikan bahwa pengunduran dirinya lebih kepada sebuah protes dari pada menyerah.

Dalam suratnya, Mina Chang menuduh divisinya telah menolak membela wanita 35 tahun tersebut dari 'pembunuhan karakter hanya berdasarkan sindiran'. Divisi tersebut juga dinilai tidak bermoral dan profesional.

"Departemen Luar Negeri telah mengalami yang aku dan banyak orang percaya sebagai yang terburuk dan yang krisis moral paling mendalam mengonfrontasi karier para profesional dan pejabat politik dalam sejarahnya," tulis Mina.

Di Instagram-nya, Mina Chang pun mengunggah sebuah foto yang seolah membela diri bertuliskan, "Jangan menghakimi. Kamu tidak tahu badai apa yang aku minta dia untuk lewati. -Tuhan,"

Simak Video "Seniman Ini Jadikan Donald Trump Sebagai Barbie"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)