Sulli Bunuh Diri, Kenapa Netizen Korea Bisa Begitu Jahat pada Artis K-pop?

Hestianingsih - wolipop Selasa, 15 Okt 2019 12:30 WIB
Sulli, artis K-pop yang meninggal bunuh diri. Foto: Instagram @jelly_jilli Sulli, artis K-pop yang meninggal bunuh diri. Foto: Instagram @jelly_jilli

Jakarta - Kematian Sulli mantan personel f(X) menambah daftar panjang artis K-pop yang meninggal karena bunuh diri. Wanita 25 tahun itu ditemukan tewas di apartemennya pada Minggu (13/10/2019).

Polisi menyatakan Sulli tewas dalam kondidi tubuh tergantung di lantai dua apartemennya. Riwayat depresi disinyalir merupakan pemicu yang membuatnya memutuskan menghabisi nyawanya sendiri.

Netizen Korea Selatan (K-Netz), pun tak luput dari tuduhan atas meninggalnya Sulli di tengah usahanya untuk kembali bangkit ke industri hiburan setelah vakum dari dunia keartisan pada 2014. Tak terhitung lagi berapa banyak hujatan yang menyerang Sulli di media sosial. Entah itu mengritik tentang penampilan, pemikiran maupun gerak-geriknya.


Terbaru, Sulli dibanjiri kritik setelah mengalami malafungsi busana saat siaran langsung di media sosial pada awal Oktober 2019 lalu. Dada Sulli yang tak sengaja terekspos memicu perdebatan di internet tentang norma berpakaian sopan.
Sulli Bunuh Diri, Kenapa Netizen Korea Bisa Begitu Jahat pada Artis K-pop?Sulli, artis K-pop yang meninggal bunuh diri. Foto: Instagram

"Kenapa kamu selalu tidak memakai bra," komentar netizen.

"Apa alasan kamu begitu percaya diri untuk tidak memakai bra," tulis netizen lainnya.

Penyanyai dengan nama lengkap Choi Jinri itu pun menanggapi komentar tersebut.


"Saya tidak melakukan kesalahan apapun. Ini adalah kebebasan pribadi saya," ungkap Sulli.

Selain Sulli, masih jelas dalam ingatan betapa dunia K-pop juga berduka, saat Jonghyun 'Shinee' meninggal dunia dengan cara serupa. Pada 18 Desember 2017, Jonghyun ditemukan tak bernyawa di apartemennya di Cheongdamdong, Korea Selatan.
Sulli Bunuh Diri, Kenapa Netizen Korea Bisa Begitu Jahat pada Artis K-pop?Jonghyun Shinee meninggal bunuh diri pada Oktober 2017. Foto: istimewa

Ia mengakhiri hidupnya dengan menghirup gas karbon monoksida yang kerap dilakukan orang Korea untuk bunuh diri. Seperti Sulli, Jonghyun juga diketahui berjuang melawan depresi. Namun perjuangannya itu justru semakin diperberat dengan komentar pedas netizen.

Pada Juli 2017, ia dikritik netizen karena pakaian yang dikenakannya saat tampil di konser SMTown 2017. Netizen mempermasalahkan blazer yang dipakainya. Bagian bawah blazer dihiasi motif yang tampak seperti coretan tangan. Motif itu ternyata merupakan cetakan dari tulisan tangan Kurt Cobain yang ditinggalkannya sebelum bunuh diri.

Pakaian Jonghyun itu dianggap 'mempromosikan' dan bisa memicu orang untuk bunuh diri. Tak ada yang menyangka, kalau beberapa bulan setelah hujan kritik tersebut, Jonghyun berpulang di usia 27 tahun persis seperti tulisan pada bajunya.


Kenapa netizen Korea bisa begitu keras mengritik para idol atau selebriti terkenal lainnya? Hujatan kritik pun sering kali datang bersamaan dan jumlahnya mencapai ratusan.

Eunice Chang, manajer produksi E&M Productions, event organizer untuk acara dan konser K-pop, menjelaskan sudah jadi budaya yang mengakar kuat bahwa seorang idol K-pop harus tampil sempurna tanpa cacat. Padahal, mereka juga manusia yang bisa berbuat kesalahan.
Sulli Bunuh Diri, Kenapa Netizen Korea Bisa Begitu Jahat pada Artis K-pop?Prosesi pemakaman Jonghyun Shinee yang meninggal bunuh diri pada Oktober 2017. Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji

"Ketika jadi orang terkenal, kamu tidak bisa memperlihatkan sisi lemahmu... Orang-orang akan bilang, 'Oh, kamu kan punya segalanya. Kenapa ngomong begitu?' Mereka mendapatkan penghakiman," kata Eunice, seperti dikutip dari CBC News.

Selain itu predikat 'idol' yang tersemat pada artis K-pop membuat orang-orang memiliki ekspektasi sangat tinggi terhadap mereka. Idol haruslah berpenampilan menarik, berkelakuan baik, tak ada skandal, dan lain sebagainya.

"Hanya dengan kata (idol) itu saja sudah memunculkan pemikiran bahwa mereka harus sempurna. Harus menjadi standar ideal dari seorang penghibur. Sebuah tekanan yang sangat besar untuk seseorang yang masih muda," ujar Jeff Benjamin, seorang kolumnis khusus K-pop untuk Billboard dan New York Times.


Jadi ketika idol tidak berperilaku atau melakukan hal yang mereka harapkan, netizen yang awalnya menjadi fans ini, bisa berbalik menghujat bahkan memberi ancaman kematian. Bagi sejumlah fans, seorang idol adalah 'properti' mereka.

"Karena fans melihat selebriti ini adalah milik mereka, ketika selebriti tidak melakukan apa yang mereka mau, mereka jadi marah besar," tutur pakar budaya Korea Selatan Kim Sung Soo, dilansir Straits Times.

Simak Video "Proses Membuat Batik Shibori Karya Warga Binaan Rutan Trenggalek"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)