Bocah 7 Tahun Jadi Influencer Cilik Terkaya, Hartanya Rp 310 Miliar

Hestianingsih - wolipop Jumat, 27 Sep 2019 12:00 WIB
Foto: Instagram/@ryantoysreview Foto: Instagram/@ryantoysreview

Texas - Platform penyedia jasa pengurus anak, Childcare.co.uk, merilis daftar Influencer Anak-anak Paling Kaya di Dunia 2019. Daftar ini memasukkan 10 nama influencer dengan usia tiga hingga 16 tahun, dengan penghasilan tertinggi, sepanjang tahun ini.

Ryan Kaji, bocah asal Cypress, Texas, menempati urutan pertama dengan kekayaan bersih mencapai USD 21,9 juta atau sekitar Rp 310,5 miliar. penghasilan berjumlah fantastis itu didapat lewat channel YouTube bernama Ryan ToysReview yang kini memiliki lebih dari 21 juta subscriber.

Channel yang dikelola kedua orangtua Ryan, Shion Guan dan Kieu-Loan, menampilkan berbagai video unboxing mainan. Selain unboxing, bocah tujuh tahun ini juga bermain dengan cara-cara yang seru.


Sudah sekitar empat tahun Ryan dan keluarganya rutin mem-posting video tentang berbagai mainan di YouTube. Ryan sendiri pertama kali muncul di YouTube saat masih berusia tiga tahun. Di usia sekecil itu, Ryan sudah luwes mengulas bermacam mainan. Kala itu mainan lebih fokus pada seri Thomas The Tank Engine.
Foto: Instagram/@ryantoysreview

Diceritakan ibunya, Kieu-Loan, Ryan sendiri yang meminta dibuatkan channel YouTube, karena dia melihat anak-anak lain juga melakukannya. Mainan pertama yang dibelinya untuk review adalah satu set Lego kereta.

"Semuanya bermula dari situ," kata Kieu-Loan, seperti dikutip dari Daily Mail.


Selain channel review mainan, Ryan dan keluarganya juga membuat saluran kedua yang diberi nama Ryan's Family Review. Channel yang satu ini lebih banyak bercerita tentang kehidupan sehari-hari keluarga dengan satu putra dan dua putri kembar tersebut. Saat ini subscriber-nya sudah mencapai 4,6 juta.

Sebagian besar kekayaan Ryan, sekitar USD 21 juta (Rp 297 miliaran), berasal dari iklan di dua channel YouTube mereka. Sementara sisanya datang dari konten berbayar.
Foto: Instagram/@ryantoysreview

Popularitas dan kekayaan Ryan yang melimpah bukan tanpa kontroversi. Pada awal September 2019, orangtua Ryan kemungkinan harus menjalani investigasi oleh Komisi Perdagangan Federal AS (FTC). Alasannya, kuat dugaan kalau anak mereka, telah mendorong anak-anak lain untuk membeli mainan yang telah disponsori.

Organisasi perlindungan konsumen di Amerika, Truth In Advertising, melayangkan komplain ke FTC, bahwa Ryan sudah tidak jujur menghadirkan konten yang dilihat puluhan juta kali di YouTube. Ia dianggap mem-posting konten berbayar, namun tidak menyertakan informasi tersebut secara jelas.
Foto: Instagram/@ryantoysreview


Truth In Advertising menuding 90 persen video yang di-posting Ryan dan keluarganya merupakan konten bersponsor. Tapi mereka tidak menjelaskannya di video maupun kolom deskripsi.

Namun tudingan itu ditampik Shion Guan dan Kieu-Loan. Mereka bersikeras selalu mengikuti aturan dan kebijakan sebagai influencer atau penyedia konten. Syarat-syarat konten berbayar juga sudah dijalani dengan benar.

Simak Video "Cantik! Saat Tisu Toilet Disulap Jadi Gaun Pengantin"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)