Ratusan Pencinta Bunga dari Berbagai Negara Ikut WFC Summit di Bali

Hestianingsih - wolipop Sabtu, 21 Sep 2019 11:39 WIB
Foto: Foto: Hestianingsih/Detik Foto: Foto: Hestianingsih/Detik

Denpasar - Bunga identik dengan segala sesuatu yang indah dan estetis. Kehadirannya kerap kali hanya dianggap sebagai pemanis. Namun jika ditilik lebih lanjut, perbungaan menyimpan potensi besar untuk dijadikan sebagai industri menjanjikan yang berkelanjutan.

Hal itulah yang coba disampaikan dengan penyelenggaraan World Flower Council (WFC) Summit yang telah diadakan untuk ke-36 kalinya. Tahun ini, Bali, Indonesia, dipercaya sebagai tuan rumah dari salah satu pertemuan pegiat bunga dan tanaman terbesar dunia tersebut.

Bertempat di Westin Nusa Dua Bali, acara ini dihadiri pelaku industri bunga, desainer, juga pencinta bunga dari 24 negara. Ini merupakan kali kedua Indonesia menyambut para delegasi dari berbagai dunia di WFC Summit. Sebelumnya, Hotel Mulia Jakarta yang menjadi pilihan penyelenggaraan acara tersebut pada 2005.

Ratusan Pencinta Bunga dari Berbagai Negara Ikut WFC Summit di BaliFoto: Foto: Hestianingsih/Detik


Chapter Leader World Flower Council Indonesia Maya Solichin memaparkan ada tiga misi yang ingin dilancarkan bagi kemajuan industri perbungaan lokal dari helatan acara bertemakan 'The Tropical Beauty of Indonesia' ini. Menurutnya, Bali sebagai tuan rumah diharapkan bisa menjadi gerbang bagi kemajuan pelaku industri bunga di Tanah Air.

"Ada tiga poin dalam WFC. Ekspor, pendidikan dan pariwisata," kata Maya, saat ditemui di Hotel Westin Nusa Dua, Bali, Sabtu (21/9/2019).

Helatan WFC Summit dijelaskannya penting untuk menyosialisasikan sertifikat uji kompetensi sebagai florist atau desainer floral. Menurutnya sertifikasi ini penting bagi anak-anak muda yang putus sekolah dan ingin berlatih kerajinan merangkai bunga, agar profesinya diakui dan bisa mendatangkan lapangan pekerjaan untuk mereka.

"Kedua ingin memperkenalkan bahwa Indonesia sebagai negara tropis tidak hanya pada cuaca dan iklimnya, tapi juga keindahan bunga-bungaan tropis yang sangat banyak," ujar wanita yang juga menjadi Host Chairman World Flower Summit ke-36 ini.

Ratusan Pencinta Bunga dari Berbagai Negara Ikut WFC Summit di BaliFoto: Foto: Hestianingsih/Detik


Misi ketiga adalah membantu memajukan dan mengembangkan pariwisata Indonesia. Dengan diikuti oleh sedikitnya 250 peserta dari berbagai negara termasuk Indonesia, WFC Summit diharapkan dapat membuka kacamata dunia terhadap keindahan wisata di Nusantara, termasuk bunga dan tanaman tropis yang varietasnya cukup banyak.

"Tujuan acara ini adalah menampilkan Indonesia ke dunia. Menampilkan karya dari berbagai latar belakang, kalangan dan generasi," tambah Dina Touwani selaku penasihat WFC Indonesia.

Dia melanjutkan, "Ajang komunikasi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk berbagi tren dan ilmu seni merangkai bunga sekaligus memperluas jaringan dalam mengembangkan potensi ekspor bunga-bunga tropis."

WFC Summit ke-36 digelar selama empat hari, mulai 19-22 September 2019. Dalam acara ini para peserta unjuk kebolehan merangkai bunga hingga kelas menganyam janur. Puncak acara akan dimeriahkan fashion show 25 karya Rinaldy A Yunardi, berkolaborasi dengan delapan desainer florist.

Simak Video "Mantap! Limbah Paralon Disulap Jadi Miniatur Kereta"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/kik)