Kecanduan Cerita Horor

Kenal Dekat dengan Kisah Tanah Jawa yang Cerita Horornya Bikin Merinding

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 08 Sep 2019 09:23 WIB
Kisah Tanah Jawa, konten horor di media sosial. Foto: Dok. Pribadi Kisah Tanah Jawa, konten horor di media sosial. Foto: Dok. Pribadi

Jakarta - Cerita horor pada beberapa orang bisa menimbulkan perasaan takut yang amat sangat. Beda halnya untuk penggemar cerita horor. Mereka selalu menantikan konten horor karena ingin menguji nyali dan akhirnya bisa menimbulkan rasa kepuasan tersendiri setelah membaca atau menontonnya.

Seiring perkembangan zaman, konten horor yang dulu hanya bisa dinikmati di layar kaca, kini bisa ditemukan di media sosial. Seperti Kisah Tanah Jawa, konten horor yang mengulik tentang mitos sejarah dan mistis di seluruh pulau Jawa. Kisah Tanah Jawa salah satu kreator horor yang populer di Twitter dan YouTube. Followers konten Kisah Tanah Jawa di Twitter sudah lebih dari 51 ribu. Sedangkan di YouTube subscriber mereka mencapai lebih dari 405 ribu.

Tak jarang kisah-kisah yang mereka bagikan di YouTube dan Twitter menjadi trending. Misalnya saja saat tim Kisah Tanah Jawa bertemu kuntilanak higga penunggu rumah sakit yang gedungnya sudah tidak dipakai lagi.



'Titik Temu Ibu Ratu' menjadi konten terpopuler dari konten Kisah Tanah Jawa di YouTube. Video tersebut sudah ditonton lebih dari satu juta kali sejak diunggah pada April 2019.

Kenal Dekat dengan Kisah Tanah Jawa yang Cerita Horornya Bikin MerindingFoto: Istimewa


Wolipop pun berbincang dengan tim Kisah Tanah Jawa untuk mengetahui di balik dari cerita-cerita horor mereka yang terkadang membuat merinding. Tim Kisah Tanah Jawa sendiri terdiri dari lima orang, yaitu Head creator Dienan Silmy, Head kreatif Bonaventura Genta, Creator Om Hao, Videografer Monggo, dan Sketsa Day.

"Kisah Tanah Jawa itu awalnya terbentuk akhir 2017, berawal dari teman nongkrong bareng yang kebetulan yang menyukai sejarah. Waktu itu temen-temen punya bakat masing-masing. Mas Mada dulu penyuka sejarah, Genta yang penulis Gua Kasat Mata, Om Hao yang punya kemampuan metafisika. Ada saya yang latar belakangnya sutradara produser film" kata Silmy sebagai Head Creator Kisah Tanah Jawa saat dihubungi Wolipop, Rabu (5/9/2019).

Silmy mengatakan bermula dari obrolan santai tersebut baru terpikir untuk membuat konten Kisah Tanah Jawa. Mereka mencoba membalut sejarah dengan hal-hal mistis.

"Pada 2018 Kisah Tanah Jawa mulai aktif di Youtube dan Instagram, mulai membuat cerita gratis. Sampai akhirnya datang penerbit dan minta dibikinin buku. Dan bikin serial," jelas Silmy.

Tim Kisah Tanah Jawa.Tim Kisah Tanah Jawa. Foto: Dok. Pribadi


Buku Kisah Tanah Jawa pun terbit perdana pada awal 2019. Dan buku kedua mereka Jagad Lelembut rilis pada pertengahan 2019 ini melalui penerbit Gagas MEdia.

Silmy menceritakan jenis cerita horor yang diangkat di Kisah Tanah Jawa biasanya adalah cerita yang dekat dengan masyarakat. "Seperti penglaris makana atau yang berbau sejarah, benar nggak sih zaman Belanda itu banyak orang yang dibunuh dan disiksa dan dimasukin ke sumur dan kerja rodi. Tempatnya di suatu benteng di Ngawi dan tempatnya jadi mistis. Jadi cerita yang dekat masyarakat. Seperti Monumen Kresek di Madiun, pembantaian PKI dulu rekontruksi kejadiannya seperti apa. Itu lalu direkontruksi melalui sketsa tim kisah tanah jawa," jelasnya.

Yang menarik dari Kisah Tanah Jawa salah satunya adalah saat Hao, salah satu kreator kisah horor ini meriset kembali cerita yang diangkat melalui kemampuan metafisikanya. Silmy mengatakan bahwa Hao yang mempunyai retro kognition, yaitu kemampuan untuk kembali ke masa lalu.

Kenal Dekat dengan Kisah Tanah Jawa yang Cerita Horornya Bikin MerindingFoto: Dok. Pribadi


"Jadi misalnya ceritain benteng tahun 1942 dan om Hao bisa membaca apa saja yang terjadi. Kayak film Insidious. Tapi semuanya kisah yang ada di Kisah Tanah Jawa based on true story, fenomena yang terjadi dan sejarah dan baru dicari ke metafisika seperti apa," ucapnya.

Saat menggarap suatu cerita, menurut Silmy, tim Kisah Tanah Jawa membutuhkan waktu yang tergolong singkat. Mereka sering berdiskusi bersama di basecamp yang berada di Yogyakarta.

"Biasanya sehari juga bisa langsung diskusi. Dan dulu aja kita nulis buku sebulan sekitar 150-an halaman terdiri dari kumpulan cerita. Buku Kisah Tanah Jawa yang pertama itu sekitar 250an halaman dan rampung dalam dua bulan saja," ujarnya.




Simak Video "Gothic Abis! Sepatu-sepatu Ini Dibuat Bertemakan Horor"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)