Punya Misophonia, Pria Ini Bisa Ngamuk Dengar Suara Orang Mengunyah

Hestianingsih - wolipop Minggu, 04 Agu 2019 11:16 WIB
Ilustrasi pria marah karena bising. (Foto: iStock)
San Diego - Setiap orang tentu benci mendengar suara-suara berisik karena dapat mengganggu ketenangan atau memecah konsentrasi. Begitu pun Derrol Murphy, seorang desainer grafis asal San Diego, Amerika Serikat.

Namun, ada kondisi yang membuat Derrol berbeda dari orang kebanyakan. Jika biasanya reaksi orang saat ada suara berisik sebatas kesal dan bersungut-sungut, atau mungkin menegur orang yang membuat gaduh, maka reaksi Derrol adalah mengamuk atau frustasi.


[Gambas:Instagram]


Pria 41 tahun ini bisa marah sampai mengamuk ketika mendengar suara-suara sekecil apapun. Bukan sekadar suara berisik, tapi suara orang mengunyah saja akan langsung membuat emosinya tak stabil.

Derrol mengalami kondisi yang dinamakan misophonia, yakni penyakit mental di mana penderitanya akan marah, terganggu, mengamuk hingga terkena serangan panik ketika mendengar suara-suara tertentu. Hal itu juga membuat dia harus segera meninggalkan sumber suara tersebut.

Pria yang bekerja sebagai manajer produksi di salah satu perusahaan desain grafis ini mengaku tak tahan mendengar suara orang mengunyah, menelan makanan, berdehem atau memainkan pulpen. Akibat kondisinya tersebut, Derrol sudah empat tahun tak bertemu ataupun berkomunikasi dengan keluarganya. Derrol bahkan pernah hampir menyerang rekan kerjanya karena suara pulpen yang terus dimainkan.


Punya Misophonia, Pria Ini Bisa Ngamuk Dengar Suara Orang MengunyahIlustrasi perempuan mengunyah makanan. (Foto: iStock)
"Selama bertahun-tahun kupikir aku gila. Suara-suara kecil itu bisa membuatku mengamuk. Orang tidak bisa memahami itu dan aku pun tidak bisa menjelaskannya. Hal itu memengaruhi percintaanku dan hubunganku dengan keluarga. Mereka sering jadi sasaran kemarahan karena kamu berharap orang-orang yang dekat denganmu bisa memahaminya," kata Derrol seperti dikutip dari Mirror.

Derrol menegaskan kalau di bukanlah orang yang agresif, hanya saja suara berisik membuat dia cepat naik darah. Ia bercerita pernah meninggalkan teman kencannya begitu saja karena dia bersuara saat makan. Ekspresi jijik tidak dapat disembunyikan dari wajahnya sehingga kerap membuat orang tersinggung.

"Suara kunyahan itu yang paling mengganggu karena aku mendengarnya sepanjang waktu. Satu suara saja bisa terus terngiang di kepala dan kalau aku berada di restoran, aku mendengar salah seorang mengunyah lalu bunyi alat makan beradu, membuat perasaanku tak keruan," tuturnya.

[Gambas:Instagram]



Selain kunyahan, Derrol juga paling terganggu dengan suara plastik yang diremas. Sudah lebih dari 10 tahun ia tak pergi ke bioskop karena tak tahan mendengar bunyi orang membuka bungkus camilan yang bisa membuatnya frustasi.

Untuk mengatasi kondisinya itu dan mencegah agar orang-orang di dekatnya jadi sasaran amukan hanya karena mengunyah makanan, Derrol mencoba mengalihkan perhatiannya dari suara-suara itu dengan mendengarkan musik atau nonton TV. Saat berada di tempat umum dia juga harus memakai headphone.

Ilustrasi headphonesIlustrasi headphones (Foto: Getty Images)
Dalam sehari Derrol akan memakai headphone selama tiga jam untuk mengurangi misophonia yang dideritanya. Dia pun berusaha menyuarakan kondisinya tersebut agar orang lebih mengenal dan memahami jenis gangguan mental yang terbilang masih jarang dibahas ini.

"Mudah-mudahan orang akan lebih memahami dan sadar hanya karena kamu tak bisa melihatnya, bukan berarti kondisi itu tidak ada. Gangguan itu nyata dan orang harus lebih bersabar terhadap penderitanya," pungkas Derrol.

Simak Video "Bangganya Melihat Batik Indonesia Mejeng di Takashimaya Tokyo"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)